Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Unimerz Buka Prodi Magister Sains Laboratorium Medis, Satu-satunya di Indonesia Timur

Kehadiran prodi tersebut menjadi langkah baru dalam pengembangan pendidikan kesehatan di kawasan Indonesia Timur.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/FAQIH IMTIYAAZ
PRODI BARU - Direktur Pascasarjana Universitas Megarezky (Unimerz), Julia Fitra Ningsih saat ditemui di ruangannya, Kampus Unimerz, Jl Antang Raya, Manggala, Makassar, Senin (25/5/2026). Unimerz membuka Program Studi (Prodi) baru jenjang Magister, Sains Laboratorium Medis. 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Megarezky Makassar membuka Prodi Magister Sains Laboratorium Medis.
  • Prodi ini diharapkan mencetak lulusan yang adaptif terhadap teknologi diagnostik molekuler modern.
  • Unimerz mulai menerima mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 dengan biaya kuliah sekitar Rp8 juta per semester.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Megarezky (Unimerz) Makassar membuka Program Studi (Prodi) baru jenjang Magister, Sains Laboratorium Medis.

Direktur Pascasarjana Universitas Megarezky, Julia Fitra Ningsih mengatakan kehadiran prodi tersebut menjadi langkah baru dalam pengembangan pendidikan kesehatan di kawasan Indonesia Timur.

"Ini pertama kali di Indonesia Timur dengan nomenklatur baru. Kita kedua (pembukaan prodi) di Indonesia, satu di Palembang dan satu di Makassar," kata Julia di Kampus Unimerz, Jl Antang Raya, Manggala, Makassar, Senin (25/5/2026).

Proses pembukaan Prodi Magister Sains Laboratorium Medis bukan hal yang mudah.

Kampus harus memenuhi berbagai persyaratan.

Mulai dari sumber daya manusia hingga fasilitas laboratorium yang mendukung pembelajaran berbasis riset.

"Ini tidak mudah, butuh banyak usaha. Salah satunya SDM bergelar doktor di bidang laboratorium medik. Itu tidak gampang karena langka. Kedua, fasilitas laboratorium harus berstandar bagaimana ciptakan laboratorium berbasis riset magister. Itu tidak gampang," jelas Julia.

Prodi Magister Sains Laboratorium Medis diharapkan dapat melahirkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan modern, khususnya bidang diagnostik molekuler.

Baca juga: Direktur Pascasarjana Unimerz Dorong 10 Dosen Segera Raih Guru Besar

"Karena masih langka dan unik, kita berharap lulusan ini yang adaptif terhadap teknologi diagnostik molekuler mukthahir yang memperkuat manajemen layanan kesehatan," kata Julia.

Lulusan juga diharapkan mampu mengembangkan riset-riset medis lanjutan yang relevan dengan perkembangan dunia kesehatan saat ini.

"Seperti berkembang sekarang geologi molekuler. Sehingga punya kemampuan memecahkan masalah penyakit infeksi dan degeneratif yang sedang jadi trend isu," lanjutnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Andi Lukman mengingatkan beragam tantangan harus dihadapi dalam membuka prodi. 

Utamanya terkait kompetensi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja.

Kampus harus memastikan kompetensi lulusannya cocok dengan industri. 

"Kemudian persaingan mutu antara perguruan tinggi. Di Makassar saja, ada unggul, ada baik sekali," kata Lukman.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved