Pengamat Adi Culla: Belajar Jarak Jauh Tanpa Kontrol Bisa Jadi Bumerang Pendidikan
Adi Suryadi Culla menegaskan keberhasilan PJJ sangat bergantung pada kemampuan adaptasi para dosen
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Dr Adi Suryadi Culla mengingatkan PJJ perlu pengawasan dan standar yang jelas dalam pelaksanaannya
- Tanpa itu, kebijakan ini berisiko menurunkan mutu pendidikan
TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Kebijakan pemerintah yang mendorong penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa menuai berbagai tanggapan dari kalangan akademisi.
Dosen Pascasarjana Ilmu Politik dan Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Adi Suryadi Culla, mengingatkan PJJ perlu pengawasan dan standar yang jelas dalam pelaksanaannya.
Tanpa itu, kebijakan ini berisiko menurunkan mutu pendidikan.
Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulsel itu menilai, kebijakan kuliah daring sejatinya bukan hal baru dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Selama ini, perguruan tinggi telah menjalankan sistem pembelajaran hybrid yang memadukan metode luring dan daring.
Bahkan, pengalaman pembelajaran secara penuh melalui sistem daring sudah pernah diterapkan secara luas pada masa pandemi COVID-19.
“Ini bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Jadi bukan sesuatu yang aneh, dan tidak perlu disikapi secara berlebihan,” Adi Suryadi, merespons SE Mendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026, Rabu (8/4/2026).
Dalam edaran tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyiapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai respons terhadap krisis energi.
Kebijakan itu memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk menerapkan kuliah daring bagi mahasiswa.
Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan PJJ sangat bergantung pada kemampuan adaptasi para dosen serta kesiapan sistem pembelajaran yang digunakan.
Menurut Adi Suryadi, tanpa standar yang jelas, kebijakan tersebut berpotensi membuat proses belajar mengajar menjadi tidak produktif.
“Kalau tidak ada kontrol, pembelajaran daring bisa hanya menjadi formalitas. Itu yang harus dihindari,” tegasnya.
Ia menjelaskan, salah satu kelemahan PJJ adalah potensi pembelajaran satu arah.
Dalam kondisi ini, dosen hanya menyampaikan materi tanpa interaksi aktif dengan mahasiswa.
| Ketua BEM di Makassar Ramai-ramai Kritik Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh |
|
|---|
| Unhas Segera Terapkan Sistem PJJ, Platform Digital Sudah Siap |
|
|---|
| Batas Akhir Pembayaran SNBT Sampai Sore Ini, Unhas Siapkan 5.761 Kursi Bagi Mahasiswa Baru |
|
|---|
| Ketua KPU Sulsel 2013-2018 Jadi Ketua Pildek FISIP Unhas 2026, Simak Syarat Jadi Dekan di Unhas |
|
|---|
| Profil Syamsul Samad Lulusan Unibos dan Unhas Peluang Gantikan Salim S Mengga Jabat Wagub Sulbar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260408-Adi-Culla-4.jpg)