Kisah Rasia Pembantu Rumah Tangga Akhirnya Naik Haji
Wajahnya memancarkan rasa haru sekaligus bahagia karena penantian panjang menuju Tanah Suci akhirnya terwujud.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana Aula Arafah, Asrama Sudiang Haji Embarkasi Makassar tampak ramai dipenuhi jamaah calon haji (JCH) Kloter 29 asal Papua, Senin (11/5/2026).
Di tengah keramaian itu, senyum bahagia tak henti terpancar dari wajah seorang perempuan paruh baya asal Papua, Rasia Jabara Banto (66).
Dengan balutan mukena putih dan syal identitas jamaah di pundaknya, Rasia terlihat beberapa kali tertawa kecil sambil berbincang dengan petugas haji.
Wajahnya memancarkan rasa haru sekaligus bahagia karena penantian panjang menuju Tanah Suci akhirnya terwujud.
Pasalnya, Rasia adalah pembantu rumah tangga di Kabupaten Mimika Papua Tengah.
Ia mengaku perjuangannya untuk bisa berhaji bukan perkara mudah.
Bertahun-tahun ia harus menyisihkan seluruh gajinya demi melunasi biaya haji.
“Saya lupa mi itu. Mungkin tahun 2011 kalau tidak salah saya daftar,” katanya kepada Tribun Timur, sembari tersenyum tipis.
Rasia bercerita, saat pertama kali mendaftar haji, ia sama sekali tidak memiliki uang.
Sosok majikannya lah yang membantu membiayai pendaftaran awal keberangkatannya.
“Itu waktu mau daftar naik haji, uangnya bosku, tidak ada saya punya uang,” ungkapnya.
Sejak saat itu, setiap bulan gajinya sebagai pekerja rumah tangga diserahkan seluruhnya untuk mencicil biaya kepada sang majikan.
Dimana, untuk pendaftaran awal buaya haji berada di kisaran Rp25 juta.
Dengan penghasilan Rp1,5 juta per bulan, ia rela tidak menikmati hasil kerjanya sendiri demi satu impian besar yakni menunaikan ibadah haji.
“Pokoknya setiap bulan gajiku bayar. Tidak ada disentuh itu gajiku, kukasih semua bosku,” ungkapnya.
| Harga Emas Antam Hari Ini di Kota Makassar Minggu 11 Mei 2026 dari 0,5 hingga 1000 gram |
|
|---|
| Pengamat Bongkar Sikap PSI soal Grace Natalie: Tak Dibela di Depan, Didukung di Belakang |
|
|---|
| Korban Geng Motor di Ablam Dirawat Gratis di RSUD Daya, Pemkot Makassar Tanggung Semua Biaya |
|
|---|
| Ketua DKPP Singgung Krisis Etik Setelah 65 Anggota KPU-Bawaslu Dicopot |
|
|---|
| Warga Tamalanrea Tolak PSEL Dekat Permukiman, Sebut Hak Lingkungan Terancam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HAJI-2026-JCH-Kloter-29-asal-Papua-Rasia-Jabara-Banto-saat.jpg)