Kontraktor di Bone Tekor Kerja Proyek Usai Harga Aspal Naik
Salah seorang kontraktor jalan di Bone, AA, mengatakan kenaikan harga aspal mulai terasa
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ari Maryadi
Ia mengaku kenaikan harga aspal membuat keuntungan proyek semakin menipis.
“Kalau perusahaan besar mungkin masih bisa bertahan karena modalnya kuat. Tapi kalau kontraktor kecil berat sekali, apalagi pembayaran proyek juga tidak langsung cair,” katanya.
Menurut AR, kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi pelaksanaan proyek di lapangan jika berlangsung dalam waktu lama tanpa adanya penyesuaian kebijakan.
Ia khawatir kontraktor nantinya terpaksa melakukan efisiensi besar-besaran agar proyek tetap berjalan.
“Takutnya nanti ada yang kurangi margin pekerjaan atau cari cara supaya biaya bisa ditekan. Padahal kualitas pekerjaan tetap harus dijaga,” ujarnya.
TA menyebut keluhan soal kenaikan harga aspal saat ini hampir dirasakan seluruh kontraktor jalan di Sulawesi Selatan.
“Semua kontraktor berteriak, apalagi kita kontraktor kecil,” katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya sudah disampaikan ke pihak terkait, termasuk Inspektorat.
Namun hingga kini belum ada respons berarti dari pemerintah daerah.
“Dikira kita balle-balle (bohong-bohong) sengaja mau kasi naik harga, padahal memang harga material sudah naik semua,” tegasnya.
Ia menduga lonjakan harga aspal berkaitan dengan kondisi global yang mempengaruhi distribusi dan harga bahan baku.
Menurutnya, sekalipun situasi global membaik, harga material belum tentu langsung turun seperti semula.
“Kalau barang sudah naik biasanya turunnya tidak cepat lagi,” ujarnya.
Meski keresahan mulai dirasakan pelaku jasa konstruksi, hingga kini belum ada perubahan terhadap perencanaan proyek jalan yang sedang berjalan di Kabupaten Bone.
| Profil Bripka Wawan, Polisi Eks Penugasan Papua Kini Kanit Reskrim Polsek Amali Bone |
|
|---|
| Kronologi Kebakaran Percetakan Trias Muda di Bone, Aguswandi Rugi Rp500 Juta |
|
|---|
| Kampung Redam Hadir di Bone, Kemenham Sulsel Dorong Rekonsiliasi dan Cegah Konflik Sosial |
|
|---|
| Geger Penemuan Bayi Baru Lahir di Tonra Bone, Dibungkus Sarung |
|
|---|
| Petani Bone Tak Berani Percepat Masa Tanam, Khawatir Hasil Panen Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260513-Potret-pengerjaan-jalan-di-Kabupaten-Bone.jpg)