Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Petani Bone Tak Berani Percepat Masa Tanam, Khawatir Hasil Panen Rusak

Petani khawatir percepatan masa tanam justru berdampak pada kualitas tanaman padi dan hasil panen.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
MUSIM KEMARAU- Potret lahan pertanian warga di Kelurahan Mampotu, Kecamatan Amali, Selasa (12/5/2026). Petani Bone tak verani percepat masa tanam, khawatir hasil panen rusak.  

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Sejumlah petani di Kabupaten Bone memilih tetap mengikuti jadwal musim tanam yang telah ditentukan meski musim kemarau diprediksi datang lebih cepat pada September mendatang.

Petani khawatir percepatan masa tanam justru berdampak pada kualitas tanaman padi dan hasil panen.

Salah seorang petani di Kecamatan Amali, Arman, mengatakan setiap wilayah sudah memiliki jadwal masa tanam yang disesuaikan dengan kondisi cuaca dan ketersediaan air.

Menurutnya, jika masa tanam dipaksakan lebih cepat, tanaman berisiko tidak tumbuh maksimal.

“Kalau dipercepat biasa rusak tanamannya dan tidak bagus buahnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan petani selama ini mengikuti jadwal tanam yang telah disepakati bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian.

Hal tersebut dilakukan agar proses pengairan sawah bisa merata dan tanaman terhindar dari serangan hama.

“Semua sudah ada masa tanamnya. Kalau terlalu cepat biasa air juga belum stabil,” katanya.

Petani lainnya, Risman, warga Kecamatan Dua Boccoe, mengaku tetap waspada terhadap ancaman kemarau panjang.

Namun ia menilai mempercepat masa tanam bukan solusi terbaik jika kondisi lahan dan irigasi belum siap.

“Kalau dipaksakan cepat tanam tapi air kurang, nanti padi bisa kering dan hasil panen turun,” ujarnya.

Menurut Risman, salah satu risiko percepatan masa tanam yakni pertumbuhan padi yang tidak seragam sehingga memengaruhi kualitas gabah saat panen.

Selain itu, petani juga khawatir serangan hama meningkat apabila pola tanam tidak sesuai jadwal.

“Biasanya kalau tidak serentak tanam, hama lebih gampang masuk,” tambahnya.

Meski demikian, para petani mengaku tetap memantau perkembangan cuaca dan kondisi irigasi untuk mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan terjadi beberapa bulan ke depan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved