Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kontraktor di Bone Tekor Kerja Proyek Usai Harga Aspal Naik

Salah seorang kontraktor jalan di Bone, AA, mengatakan kenaikan harga aspal mulai terasa

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Wahdaniar
HARGA ASPAL- Potret pengerjaan jalan di Kabupaten Bone, Rabu (13/5/2026). Lonjakan harga aspal bikin Kontraktor Bone kelimpungan, proyek jalan terancam tekor. 
Ringkasan Berita:
  • Para kontraktor mengaku berada dalam posisi sulit
  • Di satu sisi proyek harus tetap diselesaikan sesuai kontrak, namun di sisi lain harga material di lapangan terus mengalami kenaikan
  • Salah seorang kontraktor jalan di Bone, AA, mengatakan kenaikan harga aspal mulai terasa sejak beberapa pekan terakhir

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Lonjakan harga aspal mulai dikeluhkan sejumlah kontraktor jalan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kenaikan harga material yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai cukup memberatkan karena terjadi saat sejumlah proyek infrastruktur tengah berjalan.

Para kontraktor mengaku berada dalam posisi sulit. 

Di satu sisi proyek harus tetap diselesaikan sesuai kontrak, namun di sisi lain harga material di lapangan terus mengalami kenaikan.

Salah seorang kontraktor jalan di Bone, AA, mengatakan kenaikan harga aspal mulai terasa sejak beberapa pekan terakhir.

Bahkan, menurutnya, kenaikan harga saat ini mencapai sekitar 26 persen dibanding harga awal saat tender proyek dilakukan.

“Kenaikannya cukup tinggi. Sementara proyek sudah berjalan, jadi otomatis kontraktor yang tanggung selisih harga material,” ujar AA, Rabu (13/5/2026).

Ia menyebut kondisi tersebut sangat dirasakan kontraktor kecil yang memiliki kemampuan modal lebih terbatas dibanding perusahaan besar.

Menurutnya, hampir seluruh hitungan proyek sebelumnya menggunakan asumsi harga lama, sementara saat pekerjaan berlangsung harga material justru terus bergerak naik.

“Keluh pasti di atas harga yang dibayar kita, jadi rugi, risiko toh,” katanya.

AA mengatakan proyek yang sudah berjalan tetap harus diselesaikan karena menjadi tanggung jawab kontraktor sesuai kontrak kerja.

Meski demikian, ia berharap pemerintah ke depan mulai menyesuaikan harga satuan proyek agar lebih sesuai dengan kondisi harga material saat ini.

“Ya, itu namanya risiko mi toh. Cuma harapan kita lelang berikutnya harga satuannya bisa diperbaiki,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan kontraktor lainnya, AR. 

Ia mengaku kenaikan harga aspal membuat keuntungan proyek semakin menipis.

“Kalau perusahaan besar mungkin masih bisa bertahan karena modalnya kuat. Tapi kalau kontraktor kecil berat sekali, apalagi pembayaran proyek juga tidak langsung cair,” katanya.

Menurut AR, kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi pelaksanaan proyek di lapangan jika berlangsung dalam waktu lama tanpa adanya penyesuaian kebijakan.

Ia khawatir kontraktor nantinya terpaksa melakukan efisiensi besar-besaran agar proyek tetap berjalan.

“Takutnya nanti ada yang kurangi margin pekerjaan atau cari cara supaya biaya bisa ditekan. Padahal kualitas pekerjaan tetap harus dijaga,” ujarnya.

TA menyebut keluhan soal kenaikan harga aspal saat ini hampir dirasakan seluruh kontraktor jalan di Sulawesi Selatan.

“Semua kontraktor berteriak, apalagi kita kontraktor kecil,” katanya.

Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya sudah disampaikan ke pihak terkait, termasuk Inspektorat. 

Namun hingga kini belum ada respons berarti dari pemerintah daerah.

“Dikira kita balle-balle (bohong-bohong) sengaja mau kasi naik harga, padahal memang harga material sudah naik semua,” tegasnya.

Ia menduga lonjakan harga aspal berkaitan dengan kondisi global yang mempengaruhi distribusi dan harga bahan baku.

Menurutnya, sekalipun situasi global membaik, harga material belum tentu langsung turun seperti semula.

“Kalau barang sudah naik biasanya turunnya tidak cepat lagi,” ujarnya.

Meski keresahan mulai dirasakan pelaku jasa konstruksi, hingga kini belum ada perubahan terhadap perencanaan proyek jalan yang sedang berjalan di Kabupaten Bone.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved