Antisipasi Keracunan, Kasatgas MBG Bone Bentuk Satgas Keamanan Pangan
Satgas keamanan pangan untuk memastikan makanan yang disalurkan higienis dan aman dikonsumsi siswa.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Kasatgas Percepatan MBG Bone, Edy Saputra Syam gerak cepat buat satgas keamanan pangan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bone terus diperkuat, tidak hanya dari sisi distribusi, tetapi juga dalam hal pengawasan kualitas pangan.
Satgas keamanan pangan untuk memastikan makanan yang disalurkan higienis dan aman dikonsumsi siswa.
“Bupati sudah menegaskan agar dibentuk satgas keamanan pangan di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Tugasnya memastikan produk yang digunakan higienis, tidak terkontaminasi, dan proses pengemasan dipantau dengan baik,” jelas Edy saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Rabu (1/10/2025).
Ia menyebutkan, hingga saat ini sudah ada lima dapur MBG yang beroperasi di Bone, masing-masing di Kecamatan Salomekko, Palakka, Lamuru, Tanete Riattang Barat, dan Kahu.
Dari jumlah itu, dapur MBG di Kahu memiliki sasaran terbesar, yakni mencapai 3.100 orang, sedangkan dapur lain masih berkisar 1.000 orang.
“Setiap bulan jumlah sasaran pasti naik, dan dapur Kahu jadi percontohan karena paling lengkap, apalagi didukung penuh oleh Yayasan La Buaja,” tambahnya.
Edy juga menyinggung maraknya isu keracunan MBG yang sempat viral di daerah lain.
Ia memastikan kasus serupa tidak boleh terjadi di Bone, karena semua lini pengawasan sudah diperketat.
Termasuk keterlibatan kepala sekolah dalam memantau makanan sebelum didistribusikan.
“Kami tekankan kepada kepala sekolah agar ikut memperhatikan makanan sebelum sampai ke siswa. Semua harus diawasi agar anak-anak kita mendapatkan makanan sehat, bergizi, dan aman,” tegasnya.
Dengan adanya satgas pangan ini, pemerintah berharap distribusi MBG di Bone bukan hanya membantu pemenuhan gizi siswa, tetapi juga memberi jaminan keamanan pangan yang maksimal.
Sementara itu, seorang siswa penerima MBG di Palakka, Nabila menyampaikan rasa syukurnya.
“Setiap hari kami bisa makan makanan bergizi di sekolah. Rasanya enak dan orang tua kami juga merasa terbantu,” ujarnya.
Dirinya menyebut, program MBG membuat mereka lebih semangat belajar.
“Kalau sudah makan, kami jadi tidak lapar lagi di kelas. Jadi lebih fokus ikut pelajaran. Semua menunya enak kayak ayam nya dan lain-lain,”tandasnya .
| 34 Delegasi APPMBGI Sulsel Hadiri National Summit 2026 di Jakarta, Kawal Program MBG |
|
|---|
| Ribuan Siswa di Wilayah Tertinggal dan Terluar Belum Terima MBG: Pemkab Maros Ajukan 15 SPPG |
|
|---|
| Ambisi Motor Listrik MBG: Pendidikan Tersendat, Kebijakan Kehilangan Arah |
|
|---|
| 4 SPPG di Maros Kembali Beroperasi, 9 Masih Disuspend |
|
|---|
| Usai Resmikan Dapur MBG Muhammadiyah di Kolaka, Konselor China Temui Wali Kota Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-Kasatgas-Percepatan-MBG.jpg)