Krisis Air Bersih
Deforestasi dan Tambang Ilegal Biang Kerok Krisis Air Bersih di Bone
PDAM Bone akui debit air menurun akibat deforestasi dan tambang ilegal. Warga Watampone keluhkan pasokan air tak lancar.
Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/wahdaniar
KRISIS AIR BERSIH - Direktur Utama PDAM Bone, Bachtiar Sairing, Senin (15/9/2025). Ia akui debit air menurun akibat deforestasi dan tambang ilegal.
Sejumlah warga Watampone mengaku kesulitan akibat terbatasnya pasokan air bersih.
Warga Kelurahan Manurunge, Sudirman (40), mengatakan air PDAM kerap tidak lancar.
“Kadang malam baru keluar airnya, itu pun kecil sekali. Kalau siang sering tidak ada sama sekali,” keluhnya.
Ia mengaku harus menampung air setiap kali PDAM mengalir.
“Kalau tidak ditampung, besoknya bisa habis. Jadi kami harus pintar-pintar hemat air,” ujarnya.
Pedagang makanan, Hasan (35), juga mengeluhkan dampaknya terhadap usaha.
“Kalau tidak ada air, susah untuk cuci piring dan masak. Terpaksa kami beli air galon lebih banyak,” katanya.
Ia berharap solusi dari PDAM segera terealisasi agar kebutuhan air bersih bisa terpenuhi lebih stabil dan merata. (*)
Berita Terkait: #Krisis Air Bersih
| DPRD Desak Direksi Baru PDAM Atasi Krisis Air di Utara dan Timur Makassar |
|
|---|
| Krisis Air Bersih di Maros, Warga Terpaksa Gunakan Air Empang dan Sawah |
|
|---|
| Tim Chaidir Syam - Muetazim Gencar Salurkan Air Bersih di Maros, 10 Lokasi Sehari |
|
|---|
| Pakai Dana BTT Rp100 Juta, Pemkab Maros Sulsel Distribusi Air Bersih di 9 Kecamatan |
|
|---|
| Selain Kemarau, Warga Batangase Maros Temukan Penyebab Lain Air PDAM Tak Mengalir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-09-25-AIR-BERSIH-BONE.jpg)