Harga BBM Naik
Imbas BBM Naik, Emak-emak di Bone Keluhkan Harga Sembako Melonjak: Rp300 Ribu Hanya Cukup 5 Hari
Sejumlah warga mengaku uang belanja yang dahulu cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama sepekan, kini hanya mampu bertahan beberapa hari.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sakinah Sudin
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sejumlah warga mengaku uang belanja yang dahulu cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama sepekan, kini hanya mampu bertahan beberapa hari.
Kondisi tersebut disebut semakin terasa setelah adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada meningkatnya biaya distribusi dan harga berbagai kebutuhan pokok di pasaran.
Hal itu diungkapkan seorang ibu rumah tangga, Nurdiana (43), saat ditemui di kawasan eks Pasar Sentral Lama, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Minggu (14/6/2026).
Nurdiana mengaku baru saja berbelanja sejumlah kebutuhan pokok untuk keluarganya.
Menurutnya, setelah harga BBM naik, harga sejumlah bahan makanan ikut naik sehingga pengeluaran rumah tangga menjadi lebih besar dibanding sebelumnya.
Ia mengatakan uang Rp300 ribu yang dibawanya saat berbelanja hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama lima hari, bahkan terkadang kurang.
"Makkokue ku dui Rp300 sebbu lima esso mi bawang kadang toh dehhe nagenne (kalau sekarang Rp300 ribu paling bertahan lima hari, bahkan kadang kurang," kata Nurdiana dalam bahasa Bugis.
"Riolo dui sikero monro mua ta siminggu (dulu uang segitu masih cukup untuk kebutuhan satu minggu)," ujarnya.
Nurdiana menyebut sebagian besar pengeluaran digunakan untuk membeli bumbu dapur, minyak goreng, telur, ikan, serta kebutuhan dapur lainnya.
Belum lagi kebutuhan anak sekolah dan biaya rumah tangga lainnya yang juga terus meningkat.
" Esso-esso lokkaka pasa e ta cinampe cappu dui e (setiap kali ke pasar rasanya uang cepat sekali habis)," ujar Nurdiana.
"Tegani barang-barang yerro yelli e dehhe na mega tapi ellina muhammae (barang yang dibeli tidak banyak, tapi total belanjanya sudah besar)," imbuhnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Becce (39), yang juga ditemui saat berbelanja di lokasi yang sama.
Menurut Sumarni, kenaikan BBM memberi efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok sehingga masyarakat kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
| Butuh 30 Menit Antre di SPBU Depan Mapolda Sulsel hanya untuk Dapatkan Pertalite |
|
|---|
| Harga Pertamax di Sidrap Melonjak ke Rp16.650 per Liter, Sopir Angkot Khawatir Semua ke Pertalite |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Pertamina Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Pengguna Pertalite di Sulsel |
|
|---|
| Harga Pertamax di Makassar Naik 32 Persen, Biaya Operasional Usaha Berpotensi Melonjak |
|
|---|
| Legislator Maros Ari Anugrah Kritik Kenaikan Harga Pertamax , Sebut Pertalite Berpotensi Langka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260614-Imbas-BBM-Naik-Emak-emak-di-Bone-Keluhkan-Harga-Sembako-Melonjak.jpg)