Opini
Merah Putih Kesatuan, 'One Piece' Kebersamaan
Simbol bajak laut dalam anime One Piece jadi sorotan usai dikibarkan bersanding dengan Merah Putih.
Jinbei (kekuatan, kebijaksanaan, perdamaian)(Sumber: https://onepiece.fandom.com/)
Setiap karakter mencerminkan sifat manusia nyata.
Alur ceritanya pun penuh perjuangan.
Luffy, setelah memakan Buah Iblis yang membuat tubuhnya elastis, berlayar mencari harta karun legendaris One Piece demi menjadi Raja Bajak Laut.
Dalam perjalanannya, ia membentuk kru Bajak Laut Topi Jerami dan menghadapi berbagai rintangan demi mewujudkan impiannya.
Tak Perlu Takut dengan Bendera One Piece
Baca juga: One Piece di dalam Ruang Sekaligus
Pengibaran bendera One Piece oleh berbagai elemen masyarakat memicu spekulasi.
Ada yang menganggapnya provokasi, namun sebagian melihatnya sebagai bentuk ekspresi dan kritik, khususnya dari generasi muda.
Dikutip dari hukumonline.com, Menkopolhukam Budi Gunawan menilai tindakan itu mencederai simbol negara dan bisa melemahkan rasa hormat terhadap nilai kebangsaan.
Ia menyebutnya bentuk provokasi yang merendahkan martabat bangsa, mengingat simbol asing tidak pantas disandingkan dengan simbol perjuangan nasional.
Ia mengimbau agar masyarakat menahan diri.
Namun kemudian, pernyataan dari Istana menyebut bahwa Prabowo Subianto hanya melarang pengibaran bendera One Piece jika bertujuan provokatif, misalnya menghasut untuk mengabaikan Merah Putih.
Mensesneg Prasetyo Hadi menekankan kesakralan Merah Putih menjelang HUT ke-80 RI, tetapi juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan razia, sambil menghargai kritik masyarakat (Sumber: https://www.tempo.co/).
Ekspresi publik, selama sesuai norma dan kesusilaan, tidak perlu ditakuti. Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 menyatakan: “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”
Hal ini dipertegas dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. Jadi, warga negara memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan pendapatnya secara terbuka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/M-Aris-Munandar-Dosen-Fakultas-Hukum-Universitas-Hasanuddin-01.jpg)