283 Ton Sampah Per Hari di Bulukumba Cemari Lingkungan
Festival Tiga Sungai adalah gerakan kolaboratif untuk menyuarakan penyelamatan tiga sungai utama di Bulukumba dari ancaman sampah.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
" Saya ingat, 3.800 mobil sampah dan sedimen kami angkat dari saluran air di 100 hari pertama saya bekerja dan sampai hari ini masih terus dilakukan.
Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua. Sekecil apa pun sampah, jangan dibuang sembaranga," ungkap Andi Utta.
Andi Utta sapaan Andi Muchtar Ali Yusuf berharap gerakan ini tidak berhenti pada tiga sungai saja.
"Kalau satu sungai saja bisa kita bersihkan, apalagi tiga. Tapi idealnya, semua sungai harus kita jaga bersama" ungkapnya.
Masalah sampah dan pencemaran sungai tidak bisa ditangani sendirian. Butuh kerjasama semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, komunitas, dan generasi muda.
Festival ini menjadi ruang untuk mempertemukan semua pihak agar dapat menyusun langkah bersama yang lebih kuat dan berdampak.
Pantauan TribunBulukumba.Com, sepanjang jalan poros nasional Bulukumba-Sinjai, sejumlah tumpukan sampah di bahu jalan dijumpai.
Kondisi itu sangat menganggu pemandangan dan mencemari lingkungan dan menghasilkan udara yang kotor. (*)
Ayah Kandung di Kajang Bulukumba Tersangka Penganiayaan Anak |
![]() |
---|
Polisi Buru Warga Bulukumba Diduga Aniaya Anak Kandung di Kajang |
![]() |
---|
Resmob Polres Bulukumba Bekuk Tiga Remaja Spesialis Bobol Kios |
![]() |
---|
Harga Beras Naik di Bulukumba, Pedagang Andalkan Pasokan dari Jeneponto |
![]() |
---|
RT/RW Rappocini Wajib Kelola Bank Sampah, Camat: Sampah Bisa Ditukar Beras |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.