Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Kongsi-kongsi Beli Hewan Qurban 2

Maka, bergeraklah santri-santri ke berbagai penjuru membagikan daging qurban, bahkan hingga ke radius lebih dari 5 km.

Editor: Sudirman
Tribun Timur
OPINI - M Qasim Mathar Cendekiawan Muslim 

Oleh: M Qasim Mathar

Cendekiawan Muslim

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebelumnya, kepada kawan-kawan dermawan yang kongsi-kongsi itu, yang bermukim dalam radius 5 km dari pesantren Matahari dan mengirimkan alamatnya, akan diantarkan daging sembelihan.

Agaknya kawan⊃2; dermawan itu lebih menikmati kongsi⊃2; mereka untuk menggembirakan warga yang dipandang layak menerima daging qurban.

Maka, bergeraklah santri-santri ke berbagai penjuru membagikan daging qurban, bahkan hingga ke radius lebih dari 5 km.

Misalnya, ke dekat Pasar Sentral. Santri-santri itu bersama asatiz (guru-guru) mereka masih membagikan daging qurban pada hari kedua tasyrik.

"Kongsi-kongsi Qurban sudah cukup lama dilaksanakan ijabiyyun se-Indonesia setiap tahun dengan nama Qurban Kolektif.

"Dalam banyak kesempatan, Allahyarham Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal) menyampaikan tentang kebolehan qurban kolektif ini. K.H. Miftah F. Rakhmat, putra beliau, juga menulis dalil-dalil qurban kolektif".

Qurban kolektif, atau Kongsi⊃2; Beli Hewan Qurban, adalah spirit kebersamaan dalam Islam yang sudah diajarkan dan dipraktekkan Baginda Nabi SAW", begitu kawan⊃2; IJABI (Ikatan Jemaat Ahlulbait Indonesia) mengabarkan kepadaku, dari Bandung.

Qurban Kolektif IJABI baru saya tahu setelah diberitahu oleh Ustaz Syamsuddin Baharuddin.

"Bahkan dengan uang Rp50.000 bisa hewan kurban dikeroyok untuk dibeli", kata Ustaz Syamsuddin. Di bawah ini dikutip tulisan K.H. Miftah.

"Apakah seekor kambing, seperti halnya sapi, tidak bisa juga dikeroyok untuk dikurbankan sama-sama? Sekiranya kita hanya mampu menyumbang Rp.50.000,- tidak bisakah uang itu kita gunakan untuk berkurban?

Untuk menjawab pertanyaan itu, dikutip hadis dalam Nayl al-Awthar, kitab yang sering  dirujuk saudara-saudara kita di Persatuan Islam dan Muhammadiyyah, sebagai berikut: 

"Dari Jabir, berkata: Aku salat bersama Rasulullah Saw pada hari Idul Adha. Usai salat, Nabi datang dengan membawa seekor kambing dan menyembelihnya seraya berkata:

Bismillahi Wallahu Akbar. Allahumma hadza ‘anni wa ‘an man lam yudhahhi min ummati. Dengan nama Allah, dan Allah Mahabesar. Ya Allah, (kurban) ini dariku dan dari siapa pun yang tidak (mampu) berkurban di antara ummatku". Hadis ini diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya, Sunan Abu Dawud, dan Turmudzi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved