Opini
Tradisi Rowawi dan Indonesia Kini
Tulisan kali ini akan mengulas tradisi kehidupan romawi yang unggul hingga menjadi penanda dan teladan sampai hari ini.
Oleh: Andi Yahyatullah Muzakkir
Founder Anak Makassar Voice
TRIBUN-TIMUR.COM - Membaca literatur, khasanah, bahan-bahan sejarah Republik Roma kita akan banyak menemui kisah gemilang, kebudayaan dan peradaban romawi yang amat maju dan jaya.
Seperti misalnya taktik dan strategi perang yang unggul, tradisi musyawarah, tradisi forum, seni dan arsitektur, hukum hingga pada tatanan sosial yang apik dan kompleks.
Tidak sedikit dari itu juga kisah kelam sejarah romawi seperti perbudakan hingga pada pembunuhan brutal menandakan bahwa kehidupan dahulu memang masih berkubang pada hukum yang tak adil, budaya kemanusiaan yang rendah, hingga pada praktek politik yang kejam.
Tulisan kali ini akan mengulas tradisi kehidupan romawi yang unggul hingga menjadi penanda dan teladan sampai hari ini.
Meski itu banyak yang kita ambil sebagai khasanah dan praktek kehidupan sehari-hari kita.
Sebuah ulasan peristiwa yang telah saya baca dalam buku “Dictator” buku ketiga dari Trilogi Cicero karangan Robert Harris ini sangat kompleks menggambarkan kehidupan sosial politik Republik Roma.
Buku ketiga ini menggambarkan sebuah situasi dan peristiwa tragis kehidupan Cicero, ketika Cicero mendapat pengasingan dari Roma saat telah melakukan tugasnya yang mengeksekusi mati lima orang tanpa keputusan dan pengadilan.
Sebagai orang yang terpandang, bersahaja, diplomat unggul dan seorang negawaran, Cicero memiliki lawan politik yang juga kejam dan biadab bernama Clodius.
Clodius salah seorang pembicara di forum senat menganggap bahwa Cicero memiliki nama besar dan telah merebut hati rakyat Roma menganggap ini sebuah blunder besar hingga menjadi pemeran utama dalam membongkar, melakukan penekanan agar Cicero mendapat hukuman dan pengasingan.
Tindakan itu berhasil yang membuat Cicero diasingkan, keluarganya dimiskinkan, hingga dalam proses sehari-harinya mendapat teror dan penghinaan.
Tragedi ini menjadi pukulan paling besar yang dialami Cicero yang tak dapat dielakkan. Karir politiknya seketika berakhir.
Meski demikian ia masih terpandang dan memiliki nama besar di hati rakyat Romawi.
Kecerdasan, keterampilan diplomat dan ketulusannya membangun Roma telah menjadi jasa yang abadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Andi-Yahyatullah-Muzakkir-Founder-Anak-Makassar-Voice-45.jpg)