Opini Muh Zulhamdi Suhafid
Indonesia Masih Sakit
Efisiensi anggaran menjadi salah satu masalah kronis yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Alih-alih proses penegakan hukum yang tidak adil melengkapi daftar panjang permasalahan yang dihadapi Indonesia.
Disparitas perlakuan antara orang kuat dan orang biasa, antara yang kaya dan yang miskin, masih menjadi pemandangan umum dalam proses hukum.
Frasa hukum tajam ke bawah tumpul ke atas bukan sekadar ungkapan, tetapi realitas yang dirasakan masyarakat.
Ketidakpercayaan publik terhadap institusi hukum semakin meningkat seiring dengan kasus-kasus yang menunjukkan keberpihakan pada pemilik kuasa dan harta.
Indonesia memang masih sakit. Namun, diagnosis yang tepat adalah langkah awal menuju penyembuhan.
Pengakuan jujur terhadap permasalahan yang ada, keterbukaan untuk evaluasi, dan keberanian untuk melakukan perubahan sistemik menjadi prasyarat bagi Indonesia yang lebih sehat.
Tanpa itu, Indonesia hanya akan terus berputar dalam lingkaran permasalahan yang sama, tanpa pernah benar-benar
pulih dari sakitnya.
Indonesia Masih Sakit, karena pemerintah dan wakil rakyatnya juga ikut sakit dalam menjalankan sistem kenegaraan.
Seharusnya dengan kondisi negeri yang tidak stabil, perbaikan harus di akselerasi untuk kesejahteraan rakyat.
Akan tetapi, kepentingan pribadi dan kelompok menjadi sebuah preseden buruk dalam kondisi negara hari-hari ini.
Rakyat marah, gelombang perlawanan mahasiswa akan terus digaungkan.
Akhir kata untuk pemerintah dan Wakil Rakyat yang sedang sakit “Vox Populi Vox Dei” Suara Rakyat adalah Suara Tuhan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muh-Zulhamdi-Suhafid-Presiden-Mahasiswa-UIN-Alauddin-Makassar-4.jpg)