Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Anshar Aminullah

70 Tahun SYL, Dulu Waktu Dia Sulsel Baik-Baik Saja

Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulsel 2008-2018 yang rupanya dalam hitungan jam akan memasuki usia yang ke 70 tahun tepat di 16 Maret 2025 ini.

Tayang:
Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Anshar Aminullah 

Jika media secara terus-menerus menyoroti dugaan kesalahan pejabat, publik akan menganggapnya sebagai kebenaran, bahkan jika tidak ada bukti yang kuat (McCombs & Shaw, 1972).

Pejabat yang diframing bersalah oleh media, adalah contoh bagaimana media mampu membentuk opini publik melalui framing, labeling, konstruksi sosial, dan agenda setting. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberimbangan dalam sebuah pemberitaan, serta pentingnya kesadaran masyarakat kita dalam mengonsumsi informasi secara kritis.

Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana pembentukan opini yang mengarah pada cacian, hinaan, olok olok serta tekanan yang luar biasa kepada SYL dan keluarganya, baik ditingkat pemeriksaan maupun dalam proses persidangan beberapa waktu lalu. 

Mulai dari berita yang tidak terverifikasi kevalidannya bahwa SYL menghilang dan melarikan diri pada saat melaksanakan tugas negara diluar negeri, hingga pada hal hal yang nyaris melampui batas-batas kita sebagai masyarakat yang mengedepankan aspek beradab.

Kira-kira atas nama apa kita jadi ikut menghakimi orang yang telah membangun dan mengharumkan nama Sulsel ini? 

Ataukah apa alasan utama kita untuk ikut-ikutan jahat menyudutkan SYL, seolah dia tak pernah menghabiskan hampir seluruh usianya untuk kebaikan rakyat di Sulsel bahkan untuk Indonesia? 

Kita seperti lupa atas rekam jejak kehidupan pribadi dan riwayat pengabdian Seorang SYL kepada negara yang penuh integritas dan sarat prestasi.

Memori kita seolah hilang, bagaimana dulu kita bisa merasakan semangat dan tekad hidup SYL yang mengabdi bagi bangsa dan negara dan berguna bagi sesama dan alam semesta. 

Menginspirasi Di Balik Sepi

Nila setitik merusak susu sebelanga, tentu kita tak ingin tercap sebagai bahagian dari objek pepatah ini.

Masyarakat kita harusnya lebih fokus melihat individu berdasarkan kontribusinya dalam sistem sosial. Jika seorang pejabat memiliki jasa besar bagi masyarakat, ia mestinya tetap dikenang meskipun pernah tersandung masalah hukum. Kolektifitas masyarakat menentukan nilai seseorang sebaiknya berdasarkan dampaknya terhadap solidaritas sosial, bukan hanya hukuman yang dijalaninya (Durkheim, 1893). 

 Bersyukurlah kita tengah berada di dalam bulan suci Ramadhan. Tentu kita berharap puasa akan membimbing kita menuju pada kesadaran akan batas. Batas yang benar pada kebencian yang tumbuh karena asupan informasi yang dicerna dengan tak bijak.

Meskipun bangsa kita saat ini berada dalam kondisi ketaksanggupannya menyangga nilai-nilai yang paling elementer, namun kita tak serta merta menjadi kehilangan kemampuan dasar dari nilai untuk mempersangkutkan secara dialektis, antara kebaikan dan kebenaran dari seseorang yang telah berbuat baik walaupun itu hanya seberat biji zarah.

SYL memang telah jauh dari hiruk saat membawa Sulsel hingga ke pentas internasional. Namun dia tetap menginspirasi di balik suasana sepi.

Di jamannya, internal pemerintahan Sulsel sangat terasa baik-baik saja. SYL telah mengikatkan dirinya pada kegembiraan di atas rasa sedihnya.

Rasa cinta mendalam dan terawat pada rakyat Sulsel di tengah kebencian tersistematis yang mengarah kepadanya.

Serta kebanggaan menyaksikan tingkat kemajuan Sulsel yang pernah dipimpinnya.

Karena dalam kematangan dan kebesaran jiwanyalah saat memimpin, kelak Sulsel akan berdiri tegap di atas panggung peradaban dunia. 

Selamat Ulang Tahun pak SYL!

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved