Opini Muammar Bakry
Ramadan dengan Cinta 5: Cinta Terlarang
Cinta itu urusan hati, Nabi saw misalnya ditanya siapa di antara istrinya yang paling disukai, Nabi jawab Aisyah.
Termasuk dalam hal ini adalah cinta antar dua manusia yang mungkin saling mencintai atau salah satu yang mencintai yang lain namun mengarah kepada perbuatan yang dilarang seperti berkhalwat atau berhubungan secara on line tapi sudah menjurus kepada hal-hal yang tidak syar’i.
Memang cinta adalah urusan hati, terkadang sulit dibendung jika terus dilayani keinginannya tanpa diisi dengan hal-hal yang maslahat sebagai ganti dari kekosongan hati akibat jatuh cinta dan kasmaran.
Perasaan yang terkait dengan cinta terlarang cenderung berubah secara signifikan dari orang ke orang tergantung dari cara menyikapi dengan bijak dan sehat.
Jadi cinta terlarang adalah situasi di mana seseorang merasakan ketertarikan pada orang lain, namun hubungan romantis itu tidak legal secara syar’i (menurut agama tertentu).
Islam mengharamkan cinta yang hanya dilakukan dengan cara pacaran yang bisa mengarah kepada perzinahan.
Hal itu menjadi perhatian Islam, karena Islam sangat memuliakan harakat manusia laki dan perempuan.
Cinta yang sehat adalah memanusiakan manusia, sebaliknya cinta yang hanya didasari dengan fantasi nafsu untuk pemuasan birahi adalah cinta yang tidak sehat, tidak syar’i dan cinta itu terlarang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Prof-Dr-Muammar-Bakry-Lc-MA-1-14112024.jpg)