Opini Fahrul Dason
Menara Gading yang Rapuh
Negara memang memiliki tugas besar untuk memakmurkan masyarakatnya, melindungi sumber daya alam, dan memastikan pengelolaannya dilakukan bijaksana.
Jika peran perguruan tinggi dalam membangun peradaban dijadikan sebagai institusi pragmatis-politis, dalam hal ini pembolehan pengelolaan tambang, yakinlah kampus hanya akan menjadi komoditas dan ruang-ruang hampa yang penuh dengan problematik.
Perguruan tinggi harusnya bisa belajar dengan apa yang terjadi hari-hari ini, kita bisa melihat deforestasi di mana-mana hingga represif aparat di wilayah pertambangan selalu pecah dan terbentur oleh masyarakat setempat.
Kondisi pendidikan kita hari ini ibarat menara gading yang rapuh. Ketika institusi pendidikan kehilangan moralitas dan berpihak pada kepentingan oligarki, pendidikan kita berada di jurang kehancuran.
Seperti yang sering dikatakan, gelar, status, dan pangkat bukanlah tanda moralitas.
Namun, harapan masih ada. Kampus sebagai ruang intelektual harus kembali kepada fungsinya yang sejati: menjadi benteng kebenaran dan keadilan.
Jika pendidikan kita mampu memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, maka menara gading itu akan kokoh kembali, menjadi
simbol kemajuan dan harapan bagi semua masyarakat.
| Pesawat Cessna 2 Kali Semai CaO Demi Modifikasi Cuaca di Gunung Bulusaraung |
|
|---|
| Duckey Anjing K-9 Usia 4 Tahun Asal Belanda Bantu Tim SAR Cari Korban ATR 42-500 di Bulusaraung |
|
|---|
| Kabar Bursa Transfer Super League: PSM Makassar Gaspol! 2 Pemain Label Timnas Didatangkan |
|
|---|
| Foto-foto Temuan Tim SAR Gabungan di Lereng Gunung Bulusaraung, Roda Pesawat hingga Dompet |
|
|---|
| Naik Lagi Jadi Rp2,7 Juta per Gram, Update Harga Emas Antam di Kota Makassar Selasa 20 Januari 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Fahrul-Dason-Ketua-Umum-BEM-FAI-54.jpg)