Opini Fahrul Dason
Menara Gading yang Rapuh
Negara memang memiliki tugas besar untuk memakmurkan masyarakatnya, melindungi sumber daya alam, dan memastikan pengelolaannya dilakukan bijaksana.
Jangankan rakyat, hukum saja bahkan tidak lagi berguna bagi bangsa kita, yang seharusnya menjadi instrumen moral bersama untuk dipatuhi dan ditaati, malah justru hanya dijadikan sebagi agenda politis oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Tidak hanya itu, perhari ini kita kembali dihebohkan soal wacana kampus yang ingin mengelola tambang.
Tentu ini telah menyalahi tugas pokok perguruan tinggi sebagai ruang kritis yang bertujuan untuk mencapai tri dharma.
Dari Tri Dharma hingga Main Tambang
Fenomena kampus dan tambang sebetulnya bukan hal yang baru di Indonesia, dalam sejarah Orde Baru di masa pemerintahan Soeharto.
Kampus sudah pernah memiliki izin usaha untuk mengelola pertambangan.
Masa itu, kampus negeri mendapat izin dalam mengelola konsesi hutan. Karena kompleksitas dan ketidakmampuan bisnis, kampus gagal mengelolanya.
Kini, melalui revisi UU Minerba Pasal 51 A ayat (1) di Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, perguruan tinggi diberikan hak wilayah izin usaha pertambangan (WIUP).
Kebijakan ini, selain bisa menjadi alat pembungkam kebebasan akademik, pemberian izin tambang juga merusak tujuan perguruan tinggi.
Alih-alih membuat kebijakan agar perguruan tinggi dapat memanfaatkan hasil pengelolaan tambang untuk berbagai kebutuhan, seperti gaji dosen, oprasional kampus, hingga subsidi biaya pendidikan mahasiswa.
Keterlibatan kampus untuk mengelola tambang menuai banyak kritik dari aktivis lingkungan.
Sebab, dinilai bisa menghadirkan konflik-konflik sosial yang baru, tidak hanya itu. Nama baik dan citra perguruan tinggi di Indonesia akan buruk di mata pendidikan kancah Internasional.
Peran Kampus dalam Membangun Peradaban
Kampus sebagai institusinya para intelektual memiliki tugas dan peran dalam membangun peradaban umat manusia.
Bagi Alfred North Whitehead, seorang filsuf dan matematikawan Inggris itu, menyebutkan bahwa setiap manusia ingin membangun sebuah peradaban, selalu ada upaya filosofis dibaliknya.
| Pesawat Cessna 2 Kali Semai CaO Demi Modifikasi Cuaca di Gunung Bulusaraung |
|
|---|
| Duckey Anjing K-9 Usia 4 Tahun Asal Belanda Bantu Tim SAR Cari Korban ATR 42-500 di Bulusaraung |
|
|---|
| Kabar Bursa Transfer Super League: PSM Makassar Gaspol! 2 Pemain Label Timnas Didatangkan |
|
|---|
| Foto-foto Temuan Tim SAR Gabungan di Lereng Gunung Bulusaraung, Roda Pesawat hingga Dompet |
|
|---|
| Naik Lagi Jadi Rp2,7 Juta per Gram, Update Harga Emas Antam di Kota Makassar Selasa 20 Januari 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Fahrul-Dason-Ketua-Umum-BEM-FAI-54.jpg)