Opini
Menguatkan Persaudaraan Indonesia-Mesir
Mesir adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Pada tahun 1947, Mesir secara resmi
Tidak Hanya pertemuan dengan Pemimpin Mesir, namun juga melakukan kunjungan ke Universitas tertua di Dunia yaitu Al-Azhar.
Pertemuan ini menegaskan hubungan historis antara Indonesia dan Al-Azhar, yang selama beberapa dekade telah menjadi pusat pendidikan bagi belasan ribu mahasiswa Indonesia.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam bidang keagamaan dan pendidikan, serta mempromosikan perdamaian dan harmoni antarumat beragama di dunia.
Presiden Prabowo juga bertemu dengan mahasiswa yang sebagai pion pertama yang membawa nama baik Indonesia di bisang akademik.
Prabowo mendorong para mahasiswa untuk meneladani nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan persatuan yang diajarkan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Beliau mengenang tindakan Gus Dur yang memerintahkan anggota Ansor dan Banser untuk menjaga tempat ibadah agama lain saat ada ancaman terorisme, sebagai contoh kepemimpinan yang inklusif dan melindungi minoritas.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Beliau mendorong mereka untuk belajar dengan tekun dan menjadi wakil Indonesia yang baik di Mesir.
Selain itu, Presiden menyoroti pentingnya Islam yang moderat dan damai, serta mengajak mahasiswa untuk bekerja sama dengan semua bangsa dan agama demi mencapai kehidupan yang aman dan sejahtera.
Melalui berbagai inisiatif ini, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya dalam memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Mesir, dengan fokus pada kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, dan diplomasi.
Kunjungan juga pula ini mencerminkan komitmen Presiden Prabowo untuk memperkuat hubungan baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun diplomasi, serta menegaskan peran aktif Indonesia dalam organisasi internasional seperti D-8.
Hubungan Indonesia dan Mesir ini tidak hanya dilandasi oleh sejarah, tetapi juga oleh visi bersama untuk mendukung perdamaian, pembangunan, dan solidaritas di antara negara-negara berkembang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Achmad-Firdaus-Hasrullah-1-20122024.jpg)