Opini
Menguatkan Persaudaraan Indonesia-Mesir
Mesir adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Pada tahun 1947, Mesir secara resmi
Achmad Firdaus Hasrullah
Kandidat Doktor Hubungan Internasional, Global dan Riset Regional University People’s Friendship of Russia
MESIR adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.
Pada tahun 1947, Mesir secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia dan menjalin hubungan diplomatik.
Hal ini dilakukan melalui perjuangan lobi tokoh-tokoh seperti Mohammad Hatta, Agus Salim, dan diplomat lainnya.
Pengakuan dari Mesir ini membuka jalan bagi negara-negara lain di dunia Arab untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.
Solidaritas dunia Islam menjadi salah satu faktor penting yang mendorong dukungan Mesir terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Indonesia dan Mesir memiliki kesamaan dalam menghadapi kolonialisme: Mesir melawan penjajahan Inggris, sementara Indonesia melawan Belanda.
Hubungan ini diperkuat oleh peran tokoh-tokoh Muslim seperti Syaikh Al-Azhar dan komunitas Islam Mesir yang mendukung kemerdekaan Indonesia.
Selain hubungan historis dan budaya, kerjasama ekonomi dan diplomasi juga berkembang, dimulai sejak pembukaan Kedutaan Besar Indonesia di Kairo pada tahun 1947.
Mesir menjadi salah satu mitra dagang Indonesia di Timur Tengah, dengan produk seperti karet, minyak sawit, dan tekstil menjadi komoditas utama ekspor Indonesia ke Mesir.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Mesir dapat menjadi momen strategis untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Mesir.
Sebagai salah satu negara berpengaruh di dunia Arab dan Afrika, Mesir memiliki posisi penting secara geopolitik, ekonomi, dan kultural.
Hubungan antara Indonesia dan Mesir memiliki akar sejarah yang sangat dalam dan penuh makna, terutama dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Mesir adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, dan hubungan ini telah berkembang di berbagai bidang seperti diplomasi, ekonomi, pendidikan, dan budaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Achmad-Firdaus-Hasrullah-1-20122024.jpg)