Opini
Banjir: Ilusi Moderinitas Kota Makassar
Bagaimana tidak, hujan mengguyur seharian penuh. Saya yang berkendara menggunakan motor, tidak bisa berpergian kemana mana.
Oleh: Muhammad Ian Hidayat Anwar SH
Staff Divisi Advokasi Sipil dan Politik YLBHI-LBH Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Pada hari minggu tanggal 13 Desember 2024, saya benar benar menikmati waktu libur saya.
Bagaimana tidak, hujan mengguyur seharian penuh. Saya yang berkendara menggunakan motor, tidak bisa berpergian kemana mana.
Minggu itu juga, menjadi hari pertama masuknya puncak musim hujan di Makassar. Suatu kesyukuran bagi penduduk Kota Makassar, setelah sebelumnya dilanda kemarau panjang.
Minggu itu pula, menjadi hari pertama banjir datang. Sejumlah titik di Makassar mulai tergenang banjir, termasuk di daerah vital Makassar seperti Jl. Pettarani dan Jl. Perintis Kemeredekaan.
Saat saya sedang menggarap tulisan ini, Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengemukakan ada 11 Kecamatan yang terendam banjir, 5 diantaranya sangat parah.
528 warga harus diungsikan akibat banjir yang semakin parah.
Fenomena Banjir di Makassar
Dalam beberapa pencarian, saya menemukan fakta. Banjir secara rutin terjadi di Makassar semenjak tahun 2010.
Fenomena banjir rob juga pernah terjadi sangat parah pada tahun 2018, ketika Pantai Losari mulai tenggelam akibat air laut yang pasang.
Selain karena curah hujan, ditambah dengan fenomena pasang air laut. Banjir di Makassar akan sangat mudah terjadi.
Faktor manusia juga penting dilihat sebagai entinitas yang mempengaruhi banjir. Di Makassar, pada diskusi yang diadakan oleh LBH Makassar 2 tahun lalu.
Seorang pengamat menegaskan Makassar dahulunya dibangun dengan saluran irigasi dan kanal kanal yang cukup mumpuni,
sehingga dapat mengurai banjir dan berperan dalam mempertahankan sawah sawah.
Sayangnya, 10 tahun terakhir. Pembangunan di Kota Makassar justru dilakukan tanpa perencaan yang baik dan tidak ilmiah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muhammad-Ian-Hidayat-Anwar-SH-Staff-Divisi-Advokasi-Sipil-dan-Politik-YLBHI-LBH-Makassar.jpg)