Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Banjir: Ilusi Moderinitas Kota Makassar

Bagaimana tidak, hujan mengguyur seharian penuh. Saya yang berkendara menggunakan motor, tidak bisa berpergian kemana mana.

Editor: Sudirman
IST
Muhammad Ian Hidayat Anwar SH, Staff Divisi Advokasi Sipil dan Politik YLBHI-LBH Makassar 

Proyek proyek besar hanya mendatangkan bencana dan meresahkan masyarakat. Seperti halnya pembanguna jalan tol yang dilakukan tanpa lebih melakukan analisis atau pada proyek reklamasi yang mengabaikan basib nelayan.

Hal seperti itu terus berulang, sehiingga meresahkan masyarakat Makassar.

Makassar Sebagai Kota Modern

Di sebuah jalan raya yang padat, saya menemui spanduk besar yang mengukuhkan Makassar sebagai Smart City.

Faktanya, Makassar masuk dalam daftar kota pintar yang dirilis oleh International Institute for Management Development (IMD) World for Management Development.

Berbagai forum di Kota Makassar membahas ini, pengukuhan ini tidak terlepas dari Makassar yang mulai menggunakan teknologi dalam menjalankan birokrasinya.

Sebagai ibukota Sulawesi Selatan, Makassar memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Sulawesi Selatan. Bahkan, Indonesia Timur sekalipun.

Hal ini memang tidak terlepas dari sejarah panjang Kota Makassar. Dalam perkembangan ummat manusia, hal ini mendorong sebuah perwujudan modernitas.

Ilusi Makassar Modern

Kata modern dimaknai sebagai sesuatu yang baru. Kata ini menjadi perbincangan pemikiran pada abad 17.

Perdebatan panjang para sosiolog melahirkan berbagai definisi soal kata modern tersebut, tidak sekedar pada sebuah hal tehnis. Namun, dapat lebih dari itu.

Pada perkembangannya, kata modern berkembang sebagai konsep nilai ataupun penolakan terhadap tradisional.

Kali ini, saya menggunakan konsep Zygmunt Bauman (sosilog asal Norwegia) untuk melihat modernitas.

Bauman berpendapat, modernitas merupakan periode historis yang dimulai di Eropa pada abad 17, ditandai dengan perubahan sosial-struktur dan intelektual.

Perubahan itu menggunakan rasionalitas manusia sebagai alat untuk mencapai keberhasilan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved