Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Demonstrasi Papua

Refleksi Aksi Demonstrasi Papua Tanggal 1 Desember 2024

Kehadiran agama Kristen di Papua pada pada tahun 1855 terlihat sebagai sarana modernisasi bagi peradaban manusia untuk mengarahkan masyarakat Papua me

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Yotam Senis, Mahasiswa Program Doktor Sosiologi UNHAS 

Selain adanya konflik internal di antara masyarakat Papua sendiri, terjadi pula gesekan antara masyarakat Papua dengan etnis-etnis dari luar wilayah tersebut. 

Keadaan itu meruncing sebagai dampak dari interaksi sosial yang kerap kali menimbulkan perbedaan pandangan dan ketegangan di tengah keberagaman yang ada. 

Pengaruh interaksi masyarakat Papua dengan pedagang-pedagang dari Eropa dan India pada masa itu ternyata turut andil dalam mempengaruhi dinamika konflik yang berlangsung. 

Kehadiran Portugal di wilayah Papua dimulai dari aktivitas eksplorasi dan perdagangan rempah-rempah. 

Pedagang Portugis, yang pertama tiba di kepulauan Maluku, sudah memulai  hubungan dengan Papua sejak awal abad ke-16. 

Para pedagang ini tidak hanya membawa barang dagangan, tetapi juga secara tidak langsung memperkenalkan elemen budaya dan teknologi Eropa.

Konflik muncul ketika kegiatan perdagangan ini mulai menginterupsi struktur sosial dan politik yang telah ada di masyarakat lokal. 

Meskipun tidak menguasai secara politik, pengaruh ekonomi dan budaya dari pedagang-pedagang tersebut dapat memicu ketegangan bersama  para kepala suku dan masyarakat adat setempat.

Papua terus menghadapi perkembangan konflik yang beriringan dengan kedatangan para pedagang dari India. 

Kedatangan pedagang dari wilayah Gujarat dan Malabar telah memperluas jaringan perdagangan maritim di Asia Tenggara, termasuk Papua. 

Barang-barang yang umumnya diperdagangkan oleh para pedagang India ini meliputi tekstil dan perhiasan.

Keberadaan pedagang-pedagang ini di Papua tidak selalu mendatangkan dampak negatif. 

Interaksi antara pedagang India dan masyarakat Papua seringkali menciptakan simbiosis mutualistik, di mana kedua belah pihak saling menguntungkan. 

Namun, tidak semua interaksi berjalan mulus. Konflik seringkali muncul, terutama ketika terjadi persaingan dalam mengakses sumber daya atau ketika ada perbedaan dalam penerapan harga dan praktik perdagangan.

Dinamika konflik pada masa Penjajahan Belanda Pada tanggal 24 Agustus 1828, Belanda secara resmi mendirikan Benteng Fort du Buis di Teluk Triton sebagai langkah pertama dalam memperkuat kehadiran mereka di Papua. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved