Opini Rukman AR Said
Lupa: Sebuah Anugerah Tersembunyi
Lupa memberikan kita kesempatan untuk melepaskan diri dari belenggu masa lalu
Oleh: Rukman AR Said
Dosen IAIN Palopo
TRIBUN-TIMUR.COM - Setiap individu pasti pernah mengalami momen di mana mereka melupakan sesuatu – baik itu tugas yang harus diselesaikan, nama seseorang yang baru dikenal, atau bahkan kenangan menyakitkan dari masa lalu.
Ketika lupa terjadi, sering kali kita merasakan frustrasi, seolah-olah memori kita telah mengkhianati kita.
Namun, pernahkah kita meluangkan waktu untuk merenungkan bahwa sifat lupa sebenarnya merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah kepada kita?
Dalam perjalanan hidup ini, kita dihadapkan pada berbagai pengalaman, baik yang manis maupun pahit.
Tanpa kemampuan untuk melupakan, bayangkan betapa beratnya beban yang harus kita pikul jika terus-menerus teringat pada kenangan pahit dan luka dari masa lalu.
Lupa memberikan kita kesempatan untuk melepaskan diri dari belenggu masa lalu, serta memberi ruang bagi jiwa kita untuk sembuh dan pulih.
Seperti hujan yang membersihkan debu dari dedaunan, sifat lupa membasuh luka-luka dalam ingatan kita.
Allah, dengan segala kebijaksanaan-Nya, menciptakan kemampuan untuk lupa sebagai bentuk rahmat dan kasih sayang-Nya kepada umat manusia.
Lupa bukanlah sebuah kelemahan; melainkan alat yang Allah berikan agar kita dapat melangkah maju, meninggalkan hal-hal yang seharusnya kita lepaskan.
Melalui sifat lupa, kita diberikan kesempatan untuk memulai lembaran baru dan menghadapi hari-hari mendatang dengan hati yang lebih ringan serta pikiran yang lebih jernih.
Namun, perlu diingat bahwa lupa tidak berarti mengabaikan tanggung jawab atau mengesampingkan pelajaran dari masa lalu.
Lupa yang bijak adalah kemampuan untuk melepaskan beban yang tidak perlu sambil tetap mempertahankan hikmah dan pelajaran yang ada.
Seperti pepatah mengatakan, "Orang bijak adalah mereka yang belajar dari kesalahan, sedangkan orang bijaksana adalah mereka yang mampu melepaskan kesalahan tersebut tanpa membiarkannya membebani hati."
Oleh karena itu, ketika kita merasa kesal karena lupa, ingatlah bahwa itu adalah anugerah dari Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rukman-AR-Said.jpg)