Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Pelantikan Presiden dan Catatan Kelam Demokrasi?

Sampai pada apa yang dikerjakan tidak banyak berorientasi terhadap pelayanan dan memberi yang terbaik pada masyarakat.

Editor: Sudirman
Ist
Andi Yahyatullah Muzakkir, Founder Anak Makassar Voice 678 

Dan ini menjadi gambaran umum sebagai bahagian dari rata-rata bahwa masalah bangsa ini letaknya ada pada masalah kepemimpinan. Hal mana kalau kita ada kesadaran tentang kepemimpinan diri, maka tentu kita akan cakap berpikir benar dan baik.

Tentu kita akan berpatron pada nilai-nilai moral, dan tindakan cawe-cawe Jokowi memuluskan akun pemilik fufufafa ini bertentangan dengan moral individu.

Lantas kita dengan sukarela tanpa perlawanan kerasa menerima itu semuanya. 

Apakah kita betul-betul sudah hilang api perlawanannya ? Sejarah bangsa ini dibangun diatas darah-darah perlawanan dan pemberontakan yang mendidih berjuang atas kehendak orang banyak, berontak pada ketakbenaran dan ketakadilan.

Dan yang terjadi sangat bertolak belakang dengan kejadian hari ini.

Akhirnya makin menguatkan kita bahwa masalah dasar bangsa hari ini masalah kepemimpinan.

Mendorong kepemimpinan pada tiap-tiap diri kita untuk terus kritis, ikut menyuarakan, ikut andil, ikut mengambil peran ketika rezim mencoba menyalahi aturan demokrasi adalah bentuk kecintaan terhadap bangsa dan tanah air kita.

Tentang kepemimpinan diri tentu memandu kita untuk berpikir benar dan bertindak baik, mendorong nurani dan nilai-nilai baik, serta membantu kita untuk terus arif dan bijaksana adalah hal penting dalam peran dan tanggung jawab kita sebagai warga negara. 

Proses cawe-cawe dan kepentingan istana meloloskan Gibran Rakabuming sesungguhnya menyalahi nurani kita masing-masing dan kalau kita berterima tanpa ada penolakan sesungguhnya kita telah abai pada apa yang saya maksud seperti berpikir secara benar dan baik.

Adalah peristiwa itu tentu menjadi catatan kelam demokrasi sebab upaya istana dalam mengendalikan lembaga negara sungguh tindakan-tindakan tiran yang sangat kejam dan sewenang-wenang dalam mengukuhkan nepotisme, tentu bertolak belakang dengan cita-cita demokrasi yang baik.

yaitu memberi ruang pada tiap-tiap individu yang berkompeten, berpengalaman, integritas dan punya semangat yang besar untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Selamat Pak Prabowo. Sebagai warga negara. Tiap-tiap kita mesti kritis dalam mengamati fenomena kedepan sebagai wujud perhatian dan cinta tanah air semata.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved