Opini
Harapan Baru Kabinet Merah Putih: Atlet, Artis Hingga Jurnalis Bersatu
Nama-nama yang muncul dan dalam jajaran menteri atau pejabat tinggi lainnya seringkali berasal dari kalangan politisi, teknokrat.
Oleh: Dr Qudratullah M Sos
Dosen Institut Agama Islam Negeri Bone
TRIBUN-TIMUR.COM - Kabinet Merah Putih, sebagai representasi pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan presiden Prabowo Subianto, kini menjadi pusat perhatian publik.
Nama-nama yang muncul dan dalam jajaran menteri atau pejabat tinggi lainnya seringkali berasal dari kalangan politisi, teknokrat, hingga profesional dari berbagai bidang.
Namun, ada tren baru yang cukup menarik dalam kabinet kali ini, yaitu keterlibatan individu dari kalangan non-politik tradisional seperti atlet, artis, dan jurnalis.
Kehadiran mereka dalam jajaran kabinet memunculkan berbagai harapan dan tantangan baru.
Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintahan Indonesia dikenal dengan jajaran kabinet yang diisi oleh politisi dan teknokrat berpengalaman.
Namun, di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan politik global, presiden dan partai pengusung mulai membuka ruang bagi figur-figur dari dunia hiburan, olahraga, dan media.
Hal ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk popularitas dan pengaruh besar yang dimiliki oleh individu-individu ini di masyarakat, serta kemampuan mereka untuk menjangkau berbagai lapisan sosial.
Atlet seperti peraih medali emas Olimpiade, Taufik Hidayat dipandang memiliki pengaruh luas di kalangan masyarakat Indonesia.
Kerap dilihat sebagai figur yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme dan solidaritas bangsa melalui performa dalam berbagai pertandingan membanggakan.
Sementara itu, artis penyanyi Giring yang terkenal di belantika musik Indonesia melalui band Nidji juga memiliki basis penggemar yang besar dan beragam, sehingga dianggap mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat.
Di sisi lain, jurnalis Meutya Hafied yang diamanahkan sebagai Meneteri Komunikasi dan Informasi Digital, dan Ni Luh Puspa yang diamanahkan sebagai Wakil Memteri Pariwisata dipandang memiliki pemahaman mendalam tentang isu-isu sosial dan politik, serta kemampuan analisis kritis yang penting dalam pembuatan kebijakan di berbagai bidang.
Atlet memiliki reputasi sebagai individu yang disiplin, pekerja keras, dan berkomitmen pada pencapaian target.
Ketika seorang atlet masuk ke dalam kabinet, ada harapan besar bahwa nilai-nilai ini akan dibawa ke dalam dunia birokrasi yang kadang dianggap lamban dan tidak efisien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dr-Qudratullah-M-Sos-Dosen-Institut-Agama-Islam-Negeri-Bone-67.jpg)