Asa Kebaikan dalam Politik Gagasan Danny Pomanto
Bahwa pemerintah harus hadir dan melindungi rakyatnya tanpa terkecuali, itu keniscayaan.
Dengan kewenangannya sebagai Gubernur, Danny akan melindungi petani, peternak, dan nelayan dari kerangkeng kapitalis yang membuat mereka tak punya banyak pilihan saat panen.
Pemerintah, di bawah kepemimpinan Danny, akan menjadi off-taker atau pembeli semua produk tani dan nelayan dengan harga yang layak dan bersaing. Ini jelas akan menenangkan para petani dan nelayan.
Selain itu, kalangan ASN Pemprov Sulsel juga akan diperhatikan peraih penghargaan tertinggi dari yang tertinggi, Parasamya Purna Karya Nugraha. Danny setuju untuk mengembalikan 'meryt sistem' dalam tata-kelola ASN di Pemprov Sulsel. Sehingga tak akan ada lagi mutasi atau demosi tanpa alasan yang jelas.
Terhadap anak-anak muda, milenial dan gen Z, Danny juga beri atensi serius. Ia sadar, bahwa pemegang rinci masa depan adalah mereka. Karena itu, menyiapkannya dengan SDM berkualitas, adalah sebuah prioritas. Bagi Danny, semua orang harus berpendidikan!
Dalam visi besarnya menjadikan Sulsel Lumbung Pangan Dunia, Danny komitmen melibatkan anak-anak muda di setiap senter bisnis hasil tani dan nelayan. Dengan penciptaan ekosistem pangan hulu dan hilir, peluang bekerja terbuka sangat luas bagi generasi muda, terutama yang memiliki skill digital yang dibutuhkan.
Terhadap kebudayaan, tak diragukan komitmen Danny. Ia menyadari betul, bahwa budaya dan sejarah tak boleh hilang sebagai identitas masyarakat. Tanpa budaya dan sejarah, kata Danny, hidup akan kehilangan arah.
Di Makassar, ia membuktikan keseriusannya untuk hal ini. Diangkatnya 4 etnis besar (Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja) hingga mendunia melalui even F8, dibuatnya Dewan Kebudayaan Makassar, serta Hari Kebudayaan Makassar.
Pada setiap lawatannya ke daerah, arsitek handal dengan lebih dari 600 karya ini selalu menyempatkan diri berziarah di pusara makam tetua dan para leluhur, menyambangi pegiat budaya serta rajin mengeksplorasi kekayaan sejarah yang ada.
Menurut Danny, ada banyak hal yang harus diselamatkan di Sulsel. Tetapi yang tak kalah penting dari semuanya adalah melunasi utang Pemprov yang jumlahnya triliunan. Ini adalah beban anggaran yang cukup besar dan menjadi batu sandungan realisasi program pemerintah.
Danny tahu persis soal ini. Baginya, semua program-program baik yang dicanangkan bersama Azhar Arsyad, tak akan berjalan mulus jika beban utang masih ada. Karena itu, mau tak mau, fokus pertamanya nanti jika terpilih sebagai Gubernur, adalah menyelesaikan bengkalai itu.
Dengan pengalaman panjangnya di Makassar, Danny dengan dibantu Azhar yang juga politisi kawakan PKB, akan berjuang melipatgandakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel.
Hanya dengan begitu, ditambah komitmen tinggi membawa kebaikan bagi rakyat, visi-misinya bisa diwujudkan dengan baik.
Bukan hanya pembelajar, Danny juga seorang yang visioner dengan wawasan global, didukung jejaring internasional yang luas.
Danny seorang yang perfeksionis dan tak pernah lelah berpikir untuk berbuat sesuatu yang baru dengan cara yang berbeda.
Terkadang, ia muncul dengan gagasan out of the box, tak terpikirkan banyak orang.
| Pemkab Maros Pertahankan Opini WTP ke-14 Berturut-turut |
|
|---|
| Pembangunan Stadion Sudiang Makassar Sudah 9 Persen, Begini Target Akhir Tahun |
|
|---|
| Update Bursa Transfer PSM Makassar: Savio Roberto Ingin Bertahan, Tapi? |
|
|---|
| Kalla Toyota Ungkap Rahasia di Balik Kokohnya Harga Jual Kembali Mobil Toyota |
|
|---|
| Mau Daftar TK, SD, SMP di Makassar? Ini Dokumen Wajib SPMB 2026 yang Harus Disiapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/asri-tadda-aminah.jpg)