Asa Kebaikan dalam Politik Gagasan Danny Pomanto
Bahwa pemerintah harus hadir dan melindungi rakyatnya tanpa terkecuali, itu keniscayaan.
Oleh:
Asri Tadda (_Ketua Relawan Perubahan Sulsel, Jubir DIA_)
TRIBUN-TIMUR.COM - Sepekan terakhir, perjalanan 'politik gagasan' yang diusung Calon Gubernur Sulsel nomor urut 1 Danny Pomanto dihelat di sepanjang jazirah Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Sidrap dan berakhir di Pinrang.
Puluhan titik kampanye dikunjungi Wali Kota Makassar dua periode itu, tak lain untuk membangkitkan harapan dan impian masa depan untuk Sulsel yang lebih baik, lebih sejahtera, adil dan makmur bagi semua kalangan.
Politik adalah jalan kebaikan. Begitu kata Danny. Karena itu, dirinya konsen untuk terus menggaungkan ide, gagasan dan visi besar membawa Sulsel memiliki daya saing global yang tangguh dan produktif.
Bahwa pemerintah harus hadir dan melindungi rakyatnya tanpa terkecuali, itu keniscayaan.
Dalam pandangan Danny, tak ada alasan yang bolehkan rakyat menderita di atas tanah subur nan kaya seperti Sulsel. Karena itu, ia hadir menawarkan masa depan. Menumbuhkan harapan kebaikan untuk semua.
Hanya saja, untuk mewujudkan asa itu, tidak seperti menyusuri jalan yang mulus beraspal. Danny, bahkan sudah hendak dicekal sejak dini ketika ia baru mencoba masuk ke gelanggang Pilgub Sulsel.
Padahal, karya dan prestasinya di Makassar, adalah modal yang sangat nyata dan dapat disaksikan oleh rakyat Sulsel setiap saat. Lewat tangan kreatifnya, Makassar dibawanya bersaing dengan kota-kota lain di dunia.
Bagi Danny, perjuangan di Pilgub Sulsel bukanlah tentang dirinya saja. Di beberapa kesempatan bertemu warga, dia tegaskan, bahwa perjuangan kali ini adalah untuk menyelamatkan masa depan rakyat, masa depan Sulsel.
Sebagai Wali Kota Makassar dua periode yang pernah berjibaku di tiga kontestasi yang semua dimenangkannya, Danny paham betul mengapa orang baik harus masuk ke gelanggang politik.
"Kalau tidak, orang yang tidak baik tentu akan mengisi jabatan politik. Orang-orang yang tidak paham masalah, lalu akan membuat masalah besar lagi untuk rakyatnya sendiri," begitu Danny menggambarkan dunia politik kini.
Dari jejaring informasi dan koneksi yang luas serta fakta yang ditemuinya, Danny paham bahwa ada masalah serius di pemerintahan Provinsi Sulsel, mulai dari defisit anggaran, kekacauan birokrasi dan tata kelola ASN, juga ketakjelasan arah pembangunan. Padahal Sulsel menyimpan potensi kekayaan alam yang berlimpah.
Karenanya, di Pilgub Sulsel, bersama Azhar Arsyad sebagai Wakil Gubernurnya, Danny mengusung ikhtiar menyelamatkan Sulsel (SAVE SULSEL), lalu mengantarnya menjadi episentrum pangan dunia, bahasa kerennya Sulsel Global Food Hub.
Siapa yang bakal mendapat benefit dari semua ikhtiar politik Danny ini? Pastinya adalah rakyat Sulsel.
| Demokrasi yang Malnutrisi |
|
|---|
| MTQ: Membumikan Wahyu dan Membuka Pintu Langit |
|
|---|
| Demo Solidaritas Andrie Yunus Dibubarkan hingga Ponsel Dirampas, Mahasiswa Makassar Lapor Polisi |
|
|---|
| Kuliah Lapang di Pulau Barrang Lompo, Mahasiswa Sosiologi UNM Gelar Aksi Bersih |
|
|---|
| Menuju Adipura, Makassar Perketat Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/asri-tadda-aminah.jpg)