Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Persahabatan dan Dialog Paus Fransiskus

Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, menjadi latar yang unik dan menarik bagi kunjungan bersejarah ini.

Editor: Sudirman
Ist
Dr Ir N Tri Suswanto Saptadi, Dosen Universitas Atma Jaya Makassar (UAJM), Tim Komkep KAMS, Korwil ISKA Sulawesi, Ketua IKDKI Wilayah SulSelTraBar 

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai teladan dalam hal keberagaman dan toleransi di mata dunia.

Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia ini tidak hanya mempererat hubungan antara Vatikan dan Indonesia, tetapi juga telah menjadi simbol pengakuan atas kemampuan Indonesia dalam menjaga kerukunan dalam keberagaman.

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa dengan warga negara religius sehingga bangsa yang hidup sebagai sesama saudara dengan segala macam keragaman.

Buah yang dihasilkan adalah bela rasa, solidaritas antar sesama warga bangsa dalam perjalanan menuju cita-cita kemerdekaan.

Paus telah dijadwalkan untuk bertemu dengan para pemimpin agama dari berbagai keyakinan, termasuk mengunjungi Masjid Istiqlal melalui Terowongan Silaturahim.

Hal ini semakin menegaskan perlunya dialog dan kerja sama lintas agama dalam menjaga perdamaian dunia. Sebuah pesan sangat relevan di tengah meningkatnya ketegangan global.

Pesan Moral dan Harapan

Kehadiran Paus mengajak umat Kristiani untuk menyadari tugas dan tanggung jawab yang merupakan bagian tak terpisahkan sebagai warga negara.

Keputusan Paus datang dan menyapa langsung umat Kristiani dan masyarakat Indonesia dalam Misa di Gelora Bung Karno (GBK) merupakan sebuah penghormatan dan penghargaan besar sebagai pemimpin umat Katolik sedunia dan kepala negara meskipun keterbatasan akan kesehatan dan usia.

Kunjungan Paus merupakan persahabatan dan dialog melalui pesan moral, kabar gembira, dan meningkatkan kehidupan damai di antara masyarakat Indonesia dan dunia.

Kunjungan diharapkan juga memperkenalkan kepada dunia tentang Indonesia sebagai negeri yang majemuk, berbeda agama dan keyakinan, namun tetap hidup dalam kerukunan.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved