Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Persahabatan dan Dialog Paus Fransiskus

Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, menjadi latar yang unik dan menarik bagi kunjungan bersejarah ini.

Editor: Sudirman
Ist
Dr Ir N Tri Suswanto Saptadi, Dosen Universitas Atma Jaya Makassar (UAJM), Tim Komkep KAMS, Korwil ISKA Sulawesi, Ketua IKDKI Wilayah SulSelTraBar 

Bahwa relasi persaudaraan sesama umat beragama merupakan aspek penting dan strategis yang perlu terus dipupuk, dirawat, dan dibina di tengah dinamika kehidupan dunia yang terus mengglobal dengan ditaburi hedonisme dan konsumerisme.
 
Keberagaman dan Toleransi

Kunjungan Paus memiliki arti dalam level dunia di mana Indonesia sangat dikenal sebagai miniatur keberagaman dan toleransi.

Rakyat Indonesia beraneka suku, agama, ras, antar golongan bertebaran di hampir seantero negeri dan sangat kaya raya sumber daya alam.

Negeri dengan relasi sosial keagamaan masih terjaga baik meski kerap diganggu tindakan intoleran namun segera diatasi pemerintah, aparat hukum, tokoh agama dan masyarakat.

Paus maupun Jokowi sungguh telah mempunyai kesamaan dalam persepsi bahwa saling mengunjungi dan menyapa sesama pemimpin negara dengan hati tulus di hadapan umat dan masyarakat.

Sebuah pembelajaran bernilai di tengah kehidupan sosial yang ditaburi aneka perang, konflik antar-etnis di berbagai belahan dunia, dan ancaman terhadap global warming hingga menyusul pengelolaan sumber daya alam yang tidak memperhitungkan daya dukung alam serta lingkungan yang merupakan ibu bumi bersama.

Paus hendak meneruskan tradisi kunjungan apostolik seperti para Paus terdahulu, di mana telah terdokumentasi bahwa Paus Fransiskus adalah Paus ketiga dalam sejarah kepausan yang melakukan kunjungan apostolik di Indonesia.

Pertama adalah Paus Santo Paulus VI yang berkunjung pada 3-4 Desember 1970.

Sembilan belas tahun kemudian, Paus Santo Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia pada 9-14 Oktober 1989. Kemudian, setelah 35 tahun, Paus Fransiskus melakukan kunjungan apostolik ke Indonesia.

Perdamaian, Keadilan Sosial dan HAM

Paus Fransiskus sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik, memiliki komitmen yang tinggi dalam membangun kerukunan antar umat beragama, khususnya antara umat Islam dengan Katolik.

Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Dr. Ahmed Al-Tayep telah menandatangani Deklarasi Abu Dhabi tentang human fraternity.

Dokumen Abu Dhabi itu tidak hanya menjadi pernyataan di atas kertas semata, namun telah menjadi rujukan, landasan, dan inspirasi gerakan perdamaian dan persahabatan antar umat beragama.

Dalam konteks Indonesia, kunjungan ini mempunyai dampak yang luas, yang tidak hanya bagi umat Katolik tetapi juga bagi masyarakat umum.

Paus Fransiskus telah mengangkat isu-isu penting, seperti: perdamaian, keadilan sosial, dan hak asasi manusia, yang sangat relevan bagi Indonesia sebagai negara pluralistik dengan beraneka ragam agama, budaya, adat, etnis, suku, bahasa dan masih banyak yang lain.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved