Opini
Jabatan Bukan Warisan
Secara turun menurun perusahaan itu pun berkembang dengan pesat, meskipun banyak juga yang kemudian roboh akibat kalah bersaing.
Tidakkah jabatan itu terwarisi pada sistem kerajaan dengan dinasti menjadi bingkainya. Ternyata tidak.
Di era sekarang, jabatan bisa di warisan dengan pelbagai macam cara. Pun, dalam sistem demokrasi yang paling canggih.
Banyak cara dan upaya yang dapat menerjemahkan demokrasi menurut keinginannya.
Walaupun sejatinya dalam demokrasi tidak ada dinasti. Itu pemikiran lama.
Seiring dengan perubahan yang terjadi demikian tanpa arah, demokrasi pun kehilangan jejak impelementasinya.
Tidak ada ada definisi demokrasi yang tepat untuk digunakan suatu negara. Karena demokrasi dapat diterjemahkan menurut keinginan sang penguasa.
Rezim yang sedang berkuasa dapat menempuh cara apapun dan bisa memperoleh pembenaran dengan argumentasi jitu, meskipun itu sangat tidak lucu.
Demokrasi di era digitalisasi merupakan dagelan yang menafikan akal sehat. Kita tidak akan menyaksikan demokrasi seperti teori zaman kuno yang masih sesuai era modern. Tidak.
Demokrasi hanyalah lip service, penghias indah nya kata kata yang tidak bermakna. Menjual narasi yang tidak logik. Memaksa kita berfikir lebih dalam untuk merenungi apa yang terjadi.
Jabatan bukanlah warisan. Juga tidak mewariskan jabatan kepada keluarga dan kroni. Jabatan adalah simbol kompetensi.
Dan keberhasilan melaksanakan kewenangan itu adalah profesionalsme.
Bahwa ada yang terpilih dalam jabatan melalui proses yang benar tidak masuk kategori warisan apatahlagi dinasti.
Namun yang pasti, dalam iklim post modern sekarang apapun bisa terjadi walaupun itu sesungguhnya irrasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/M-Ridha-Rasyid-Pemerhati-Demokrasi-dan-Pemerintahan-7.jpg)