Benteng Rotterdam Situs Sejarah Penarik Wisatawan Mancanegara
Tahun 1667 dikuasai oleh VOC dan menjadi pusat pemerintahan, markas pasukan militer penjajah, serta pusat penyimpanan rempah-rempah untuk kawasan timu
Penulis: M Yaumil | Editor: Saldy Irawan
Dede merasa cukup nyaman dalam kunjungan wisatawan sejarahnya di Benteng Kebanggaan masyarakat Makassar itu.
Dari pintu depan, rombongan berjumlah enam orang itu dilayani dengan baik.
Aneka informasi tersedia di setiap bangunan.
“Kunjungan wisata kami dari Sintang Kalbar mau lihat sejarah yang ada disini, jadi happy, bagus, tertata,” katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (8/8/2024).
Patung Sultan Hasanuddin menaiki kuda akan menyambut pengunjung sebelum memasuki gerbang Benteng Rotterdam.
Setelah memasuki pintu ada satpam yang bertugas dan siap melayani pengunjung.
Setelah registrasi, pengunjung bisa melihat-lihat seisi bangunan.
Ada tarif tertentu yang diberikan khususnya pengunjung mancanegara jika ingin memasuki ruangan berisi barang peninggalan sejarah.
Turis mancanegara dari latar negara berbeda nampaknya menikmati wisata sejarah di Benteng Rotterdam.
Turis dari barat maupun Asia berkunjung ke gedung P atau gedung tengah.
Di gedung pengunjung disambut dengan meriam.
Di dalam gedung terdapat perjanjian Bongaya antara VOC dan Sultan Hasanuddin.
Selain itu, ada sketsa Benteng Rotterdam, bebatuan zaman dulu, badik, seragam militer, dan lainnya.
Rombongan turis itu nampak memperhatikan sketsa dan barang peninggalan sejarah.
Sesekali mereka mengabadikan momen bersama barang peninggalan VOC.
Laporan Kontributor TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR, M.Yaumil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rotterdam-2024.jpg)