Harga Aspal Naik
Harga Material Konstruksi Melonjak, Kontraktor Dilema Lanjut atau Hentikan Proyek
Anemer Aspal dan Beton Indonesia (AABI) bahkan telah menyurati Kementerian Pekerjaan Umum.
TRIBUN-TIMUR.COM - Lonjakan tajam harga aspal minyak dan berbagai material konstruksi dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak serius terhadap proyek infrastruktur di Indonesia.
Tekanan biaya tidak lagi bersifat sementara.
Kondisinya kini dinilai sudah mengganggu keberlanjutan proyek di lapangan.
Anemer Aspal dan Beton Indonesia (AABI) bahkan telah menyurati Kementerian Pekerjaan Umum.
Mereka meminta penetapan status keadaan kahar (force majeure) atas situasi ini.
Ketua Umum Dewan Pengawas AABI, Zulkarnain Arief, menegaskan kenaikan harga yang terjadi sudah di luar kendali pelaku usaha.
“Dalam tiga bulan terakhir, terjadi lonjakan harga yang sangat signifikan, khususnya pada aspal minyak dan BBM industri. Ini bukan sekadar kenaikan biasa, tetapi sudah melewati batas toleransi perhitungan risiko dalam kontrak,” ujar Zulkarnain, Rabu (6/5/2026).
Data AABI menunjukkan kenaikan ekstrem pada sejumlah komponen utama konstruksi jalan.
Harga aspal minyak melonjak dari Rp9.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.
Artinya, kenaikan mencapai sekitar 66,6 persen.
Sementara itu, BBM industri hampir dua kali lipat.
Dari Rp15.450 menjadi Rp30.550 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada solar non-subsidi yang naik hingga 75 persen.
Baja tulangan turut meningkat lebih dari 22 persen.
Meski harga semen relatif stabil, dampak kumulatif dari seluruh komponen membuat biaya proyek melonjak drastis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260506-Zulkarnain-Arief-3.jpg)