Harga Aspal Naik
Kontraktor di Sulsel Kelimpungan Harga Aspal Meroket
GM Marketing & Operasional Kalla Aspal, Amril Arifin, mengatakan kenaikan harga aspal terjadi sejak 2025. Ketersediaan barang juga semakin sulit.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) ikut mendorong kenaikan harga aspal di Sulawesi Selatan.
Kondisi ini tidak hanya membuat harga melonjak, tetapi juga mengganggu pasokan di lapangan.
GM Marketing & Operasional Kalla Aspal, Amril Arifin, mengatakan kenaikan harga aspal terjadi sejak 2025.
“Naik terus pak!,” ujarnya, Rabu (5/6/2026).
Menurut Amril, persoalan yang dihadapi bukan sekadar harga yang mahal.
Ketersediaan barang juga semakin sulit.
Pihaknya bahkan kesulitan memenuhi permintaan kontraktor yang terus berjalan.
Terminal Tangki Aspal Curah (TAC) Parepare yang selama ini menjadi pusat penampungan utama, kini dalam kondisi kosong.
Akibatnya, distribusi harus dialihkan dari luar daerah.
Kalla Aspal terpaksa mengambil pasokan dari TAC Mamuju, Sulawesi Barat.
Langkah ini berdampak pada meningkatnya biaya pengantaran dan logistik.
“Kami justru sibuk mencari barang ini,” kata Amril.
Dari sisi hulu, pasokan dalam negeri juga ikut tertekan.
Sejumlah pabrik produsen aspal di negara eksportir utama Indonesia menghentikan produksi.
Kondisi ini dipicu konflik di kawasan Selat Hormuz yang berdampak pada rantai pasok global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sejumlah-pengerjaan-ruas-jalan-yang-dikerjakan-oleh-kalla-aspal-56.jpg)