Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Benteng Rotterdam Situs Sejarah Penarik Wisatawan Mancanegara

Tahun 1667 dikuasai oleh VOC dan menjadi pusat pemerintahan, markas pasukan militer penjajah, serta pusat penyimpanan rempah-rempah untuk kawasan timu

Tayang:
Penulis: M Yaumil | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
salah satu turis mancanegara mengamati sketsa bangunan Benteng Rotterdam di Gedung P, berlokasi di Jl Ujung Pandang, Kelurahan Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. 

TRIBUN-TIMUR,COM, MAKASSAR - Benteng Rotterdam situs sejarah penarik wisatawan mancanegara.

Benteng seluas tiga hektare berada di Jl Ujung Pandang, Kelurahan Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Benteng Rotterdam dibangun oleh Raja Gowa ke sembilan pada tahun 1545.

Tahun 1667 dikuasai oleh VOC dan menjadi pusat pemerintahan, markas pasukan militer penjajah, serta pusat penyimpanan rempah-rempah untuk kawasan timur.

1970 bangunan dengan arsitektur Belanda itu dipugar secara ektensif.

Kini Benteng Rotterdam tetap menjadi salah satu primadona bagi wisatawan dalam dan luar negeri.

Lokasinya yang berada di tengah kota serta dekat dengan Pelabuhan Makassar membuat wisatawan mudah mengaksesnya.

Benteng Rotterdam bukan hanya situs kebudayaan.

Tapi saat ini, menjadi lokasi yang diminati anak muda.

Daya tarik Benteng Rotterdam pada suasananya.

Suasana yang rindang, sejuk, ditemani pemandangan yang elok membuat pengunjung betah di Benteng Rotterdam.

Di dalam benteng ada 13 bangunan.

Bangunan itu sekarang berisi barang peninggalan sejarah, seperti meriam, prasasti, senjata prajurit baik senapan maupun badik serta parang.

Salah satu pengunjung, Dede mengatakan sedang berada di Tanah Daeng selama sembilan hari.

Di sela-sela agenda kerjanya, Dede bersama rombongannya berasal dari Sintang Kalimantan Barat menyempatkan berkunjung ke benteng persegi panjang itu.

Dede merasa cukup nyaman dalam kunjungan wisatawan sejarahnya di Benteng Kebanggaan masyarakat Makassar itu.

Dari pintu depan, rombongan berjumlah enam orang itu dilayani dengan baik.

Aneka informasi tersedia di setiap bangunan.

“Kunjungan wisata kami dari Sintang Kalbar mau lihat sejarah yang ada disini, jadi happy, bagus, tertata,” katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (8/8/2024).

Patung Sultan Hasanuddin menaiki kuda akan menyambut pengunjung sebelum memasuki gerbang Benteng Rotterdam.

Setelah memasuki pintu ada satpam yang bertugas dan siap melayani pengunjung.

Setelah registrasi, pengunjung bisa melihat-lihat seisi bangunan.

Ada tarif tertentu yang diberikan khususnya pengunjung mancanegara jika ingin memasuki ruangan berisi barang peninggalan sejarah.

Turis mancanegara dari latar negara berbeda nampaknya menikmati wisata sejarah di Benteng Rotterdam.

Turis dari barat maupun Asia berkunjung ke gedung P atau gedung tengah.

Di gedung pengunjung disambut dengan meriam.

Di dalam gedung terdapat perjanjian Bongaya antara VOC dan Sultan Hasanuddin.

Selain itu, ada sketsa Benteng Rotterdam, bebatuan zaman dulu, badik, seragam militer, dan lainnya.

Rombongan turis itu nampak memperhatikan sketsa dan barang peninggalan sejarah.

Sesekali mereka mengabadikan momen bersama barang peninggalan VOC.

 


Laporan Kontributor TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR, M.Yaumil

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved