Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lebaran 2026

Pengunjung TWA Bantimurung Merosot, Air Meluap Jadi Faktor Utama

Libur Lebaran 2026 belum mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisata di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
PENGUNJUNG HANYA FOTO - Suasana kunjungan wisata di Taman Wisata Alam Bantimurung, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pasca Lebaran 1447 H. Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros, jumlah pengunjung hanya mencapai 2.590 orang sepanjang periode libur. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Libur Lebaran 2026 belum mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisata di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung.

Jumlah pengunjung justru tercatat menurun.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros, jumlah pengunjung hanya mencapai 2.590 orang sepanjang periode libur.

Padahal lebaran 2025 lalu, sebanyak 6.000 orang wisatawan tercatat telah mengunjungi TWA Bantimurung.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Maros, Suwardi Sawedi, mengakui capaian tersebut masih jauh dari target yang diharapkan.

“Harapan kita di momen Lebaran ini kunjungan bisa maksimal untuk mendongkrak PAD, tapi kondisi cuaca tidak mendukung,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi sejak sebelum Lebaran menyebabkan debit air sungai di kawasan air terjun meningkat hingga meluap.

Baca juga: Kendaraan Mulai Antre di Sejumlah SPBU di Bulukumba Sejak Subuh Hari

“Air meluap sehingga tidak memungkinkan pengunjung untuk mandi,” katanya.

Padahal, aktivitas mandi dan bermain air menjadi daya tarik utama wisatawan yang berkunjung ke Bantimurung.

Akibat kondisi tersebut, minat pengunjung pun menurun drastis.

Selama libur Lebaran, total kunjungan hanya mencapai 2.590 orang dengan pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp103.640.000.

Selain faktor cuaca, wisatawan juga disebut beralih ke destinasi lain yang dinilai lebih aman dan nyaman.

“Ada alternatif lain seperti waterpark yang tetap ramai, jadi pengunjung mungkin beralih ke sana,” tambahnya.

Di tengah penurunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Maros tengah menyiapkan langkah pembenahan melalui skema kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga.

Suwardi yang juga mantan Camat Cenrana itu mengungkapkan, proses lelang pengelolaan kawasan wisata Bantimurung telah dibuka.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved