Opini Tribun Timur
Mengendus Aroma Pilpres pada Pilgub Sulsel 2024
Karena itu, maka tak salah menyebut Pilgub Sulsel adalah sebuah ilustrasi Pilpres mini meski tanpa kehadiran Partai Nasdem.
Bagi parpol pengusung gagasan perubahan, saya kira hal ini harus menjadi bahan pertimbangan serius sebelum melabuhkan dukungan politik pada seorang kandidat.
Keliru menerjemahkan hal ini berpotensi merusak basis dukungan publik yang dulu pernah diperoleh saat Pilpres.
Khusus di Sulsel, parpol pengusung perubahan saat Pilpres yang belum menyatakan sikap tersisa PKS dan PKB.
Membaca konstalasi politik saat ini, kelihatannya PKS masih konsisten pada spirit perubahan. Dukungan partai ini kepada Anies Baswedan untuk maju kembali di Pilgub Jakarta adalah satu sinyalemen kuat.
Demikian pula PKB. Peroleh drastis kursi PKB di DPRD Sulsel merupakan prestasi luar biasa berkat dukungan partai ini kepada Capres Anies Baswedan.
PKB mendapatkan tempat di hati publik Sulsel karena berada pada kelompok yang menginginkan perubahan bagi bangsa.
Jika ingin mempertahankannya, PKB seharusnya konsisten 'melawan', menunjukkan pada publik bahwa partai ini dapat dipercaya memperjuangkan harapan rakyat.
Karena itu, nuansa Pilgub Sulsel nanti sepertinya bakal seperti Pilpres lalu, di mana KIM berupaya memenangkan petahana, sementara koalisi perubahan (PKS, PKB tanpa Nasdem) akan bersatu dengan koalisi PDI-P dan PPP mengusung figur Cagub yang (berani) melawan petahana. Kita lihat saja nanti. (*)
| Tambang dan Bencana Bagi Masyarakat Adat di Tana Luwu |
|
|---|
| Pelantikan 'Sakral' Remaja Masjid dan Penyelewengan Dana Haji Sambut 2026 |
|
|---|
| Tinjauan Filosofis Kritis terhadap Legitimasi Kekuasaan Normatif dalam Politik Hukum Indonesia |
|
|---|
| Regenerasi Pesantren dan Tantangan Pendidikan di Sulawesi Selatan |
|
|---|
| Suara yang Mengikat Diri Menjadi Teks |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Asri-Tadda-Waketum-Nasional-Relawan-AniesKoReAn-47.jpg)