Opini Tribun Timur
Mengendus Aroma Pilpres pada Pilgub Sulsel 2024
Karena itu, maka tak salah menyebut Pilgub Sulsel adalah sebuah ilustrasi Pilpres mini meski tanpa kehadiran Partai Nasdem.
Oleh: Asri Tadda (Eks Jubir TPD AMIN Sulsel/Ketua DPW Mileanies Sulsel)
TRIBUN-TIMUR.COM - Pilkada Serentak pada 27 November 2024 mendatang menjadi agenda politik yang levelnya tak kalah penting dibanding Pilpres yang telah usai.
Prabowo Subianto sudah ditetapkan KPU sebagai Presiden terpilih dan bakal segera dilantik pada Oktober nanti.
Pilkada Serentak akan jadi tantangan tersendiri bagi Presiden terpilih, terutama untuk memastikan agenda pembangunan yang telah disiapkan dapat berjalan lancar dengan dukungan penuh dari setiap daerah. Dalam hal ini, kepala daerah terpilih.
Meski tak menargetkan semua daerah bakal dimenangkan oleh kubu Presiden terpilih dengan berbagai pertimbangan, koalisi parpol pemenang Pilpres yang dimotori Partai Gerindra sudah menyebut beberapa daerah prioritas untuk dimenangkan di Pilkada.
Hal ini tentu bisa diterima dengan pertimbangan, agenda pembangunan Presiden terpilih butuh didukung oleh daerah yang memiliki kapasitas fiskal yang sangat memadai, atau yang memiliki potensi yang jadi sorotan ekonomi global.
Pertimbangan yang sepetinya juga berkaca pada kapasitas fiskal negara yang kian seret akibat beban hutang yang cukup besar.
Khusus di Sulsel, Pilkada Serentak menempatkan Pilgub Sulsel, Pilwako Makassar dan Pilbup Luwu Timur menjadi prioritas untuk dimenangkan oleh kubu Presiden terpilih.
Kita tentu bisa maklum mengapa tiga daerah ini jadi sasaran utama untuk dimenangkan.
Karena itulah, Pilgub Sulsel secara umum dapat dilihat sebagai kontestasi politik yang sarat aroma Pilpres lalu, dimana koalisi parpol pendukung Presiden terpilih bakal mengusung figur yang akan dimenangkan.
Sejak jauh hari, Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang dimotori Gerindra, memang sudah menyatakan keinginan bakal mengulang kemenangan ada Pilkada Serentak terutama pada daerah-daerah yang jadi prioritas.
Karena itu, maka tak salah menyebut Pilgub Sulsel adalah sebuah ilustrasi Pilpres mini meski tanpa kehadiran Partai Nasdem.
Pada Pilpres lalu, Nasdem adalah motor bagi Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden, bergandengan dengan PKS, Demokrat (yang akhirnya keluar dan bergabung ke KIM) serta PKB.
Saat ini, Nasdem telah menetapkan pasangan petahana Andi Sudirman Sulaiman (ASS) dan Fatmawati Rusdi sebagai kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.
Dukungan Nasdem sebenarnya sudah cukup meloloskan pasangan ini ke kontestasi Pilgub.
| Tambang dan Bencana Bagi Masyarakat Adat di Tana Luwu |
|
|---|
| Pelantikan 'Sakral' Remaja Masjid dan Penyelewengan Dana Haji Sambut 2026 |
|
|---|
| Tinjauan Filosofis Kritis terhadap Legitimasi Kekuasaan Normatif dalam Politik Hukum Indonesia |
|
|---|
| Regenerasi Pesantren dan Tantangan Pendidikan di Sulawesi Selatan |
|
|---|
| Suara yang Mengikat Diri Menjadi Teks |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Asri-Tadda-Waketum-Nasional-Relawan-AniesKoReAn-47.jpg)