Opini
Hati-hati! Mengintip Celah Kebolehannya
Oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), telah ditetapkan keharamannya bagi umat Islam untuk diucapkan, karena berdimensi doa agama lain.
Namun dalam konteks keindonesiaan, adalah hal yang tidak relevan jika ungkapan yang berbahasa arab itu disampaikan dalam forum yang di dalamnya ada lintas agama.
Kita coba telusuri arti salam lintas agama itu; pertama, assalamu alaikum warahamtullahi wabarakatuh, adalah ungkapan bahasa arab yang artinya keselamatan bagi kalian, rahmat dan berkah dari Allah.
Kedua, salam sejahtera bagi kita semua, digunakan oleh orang katolik yang artinya sudah sangat jelas mendoakan agar orang hidup sejahtera.
Ketiga, shalom digunakan oleh Kristen yang berarti damai.
Keempat, Om Swastyastu berarti semoga anda dalam keadaan baik atas karunia Hyang Widhi.
Kelima, namo Buddhaya, terpujilah sang Buddha. Keenam, salam kebajikan, digunakan oleh Konghucu yang terjemahanya juga sudah jelas mengandung kebaikan.
Salam berasal dari kata salima artinya selamat, dari kata itu lahir kata “sullam” artinya tangga.
Karena tangga bisa mengantarmu dengan selamat ke tempat tinggi yang engkau inginkan (al-Zujaj).
Artinya salam dan selamat adalah ungkapan damai yang dapat dikondisikan dengan lingkungan penuturnya agar terwujud ketentraman di sekitarnya.
Adalah hal yang lazim dalam setiap agama dan komonitas adat budaya, penamaan Allah berbeda-beda.
Zat Yang Maha Kuasa sebagai pencipta tetap Dia yang tak berganti dan berubah. Dia seperti dahulu apa adanya, masih seperti sekarang, dan demikian hingga selama-lamanya.
Ada yang memanggilnya dengan Karaeng, Puang, Gusti, Dewa, Rabb, Ilah, Tuhan, dan seterusnya.
Ucapan salam lintas agama seringkali diucapkan oleh pemerintah atau oknum tertentu dalam berbagai kapasitasnya.
Indonesia sebagai Darussalam bukan Darul Islam, pemimpin yang diangkat harus bisa mengayomi seluruh warganya tanpa ada sekat dalam hal apapun itu.
Kemaslahatan sebagai negara yang harmoni adalah tujuan utama dalam kepemimpinannya, maka untuk mewujudkan hal tersebut, seorang pemimpin di Indonesia baik presiden hingga lurah dan seterusnya dalam berbagai moment, seharusnya bisa dan siap menyapa umat dan bangsa dengan salam lintas agama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muammar-Bakry-Guru-Besar-Syariah-Rektor-UIM.jpg)