Opini
Perginya Presiden Iran yang Begitu Dicintai Rakyatnya
Seketika itu juga, warga Iran berbondong-bondong keluar rumah, mereka menuju masjid dan alun-alun kota.
Ismail Amin, MA
Mahasiswa S3 Universitas Internasional Almustafa Iran / Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) - Iran 2023-2025
Seketika warga Iran dihebohkan dengan berita tidak adanya kontak komunikasi dengan helikopter yang membawa presiden Sayid Ebrahim Raisi, Minggu (19/5) sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
Pembaca berita breaking news di televisi meminta rakyat Iran berdoa untuk keselamatan presiden dan helikopter bisa segera diketahui kabarnya.
Seketika itu juga, warga Iran berbondong-bondong keluar rumah, mereka menuju masjid dan alun-alun kota.
Kamera menyorot wajah-wajah cemas itu dan disiarkan live di tivi sembari reporter terus mengabarkan detik-detik pencarian helikopter sang presiden. Dua jam kemudian, ada secercah harapan.
Kepala Kantor Kepresidenan Iran, Gholam Hossein Esmaili berhasil melakukan kontak dengan Ayatullah Ali al-Hashem Imam Masjid Tabriz yang ikut bersama rombongan presiden.
Dia mengabarkan sedang terluka berat, tidak tahu apa yang terjadi, tidak mengetahui kondisi yang lain, dan meminta pertolongan segera datang.
Dengan sekeping informasi tersebut, dipastikan helikopter mengalami crash dan jatuh di pegunungan.
Dengan adanya kontak tersebut, titik lokasi jatuhnya helikopter pun telah diketahui.
Disebutkan, helikopter berada di hutan Aras Baran di pegunungan Dizmar, dengan ketinggian 2.500 m dari permukaan laut.
Hanya saja 50 tim penyelamat yang sejak awal dikerahkan dalam pencarian mengalami kesulitan karena berkabut, hujan dan medan yang sulit dilewati terlebih lagi kegelapan malam telah menyelimuti area pencarian.
Karena tidak bisa dijangkau kendaraan, tim penyelamat dari Bulan Sabit Merah, angkatan militer, kepolisian bahkan warga setempat dengan setengah berlari menuju titik itu.
Pencarian berlangsung selama 16 jam tanpa henti.
Semua channel TV tetap menyiarkan upaya pencarian tersebut, detik demi detik disertai orang-orang yang makin memadati masjid-masjid dan alun-alun kota dengan tanpa henti berharap dan berdoa untuk keselamatan presiden mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mahasiswa-S3-Universitas-Internasional-Almustafa-Iran-1.jpg)