Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Bone

Petani di Bone Utara Sulsel Kehilangan 3500 Ton Gabah Akibat Banjir

Ia mengungkapkan banjir yang terjadi merupakan rutinitas tahunan, yang mana ini kerap diperarah dengan banjir kiriman dari Sidrap dan Soppeng.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
via Kompas.com
Ilustrasi gabah 

TRIBUNBONE.COM, BONE- Daerah kawasan produksi pangan di Bone masih minim proteksi kebencanaan khususnya di bagian Bone Utara. 

Kondisi ini berpotensi meningkatkan kawasan Puso (gagal panen hingga gagal tanam).

Sebut saja Kecamatan Dua Boccoe, sekira 1000 hektare lahan sawah masih terendam sampai saat ini, dimana 500 hektare di antaranya telah dilaporkan puso. Padahal kurang dari 10 hari padi-padi ini dipanen.

Hal tersebut diungkap Camat Dua Boccoe, Amirat Amier. 

“Jadi luar biasa kerugian, karena satu hektare itu bisa sampai 7 ton panen, dikali 500 hektare (3500 ton), segitu kerugiannya. Ditambah masyarakat Dua Boccoe mayoritas pendapatannya hanya mengandalkan padi"ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Timur, Jumat (10/5/2024).

Ia mengungkapkan banjir yang terjadi merupakan rutinitas tahunan, yang mana ini kerap diperarah dengan banjir kiriman dari Sidrap dan Soppeng.

Ditambah belum ada upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bone dalam melindungi kawasan-kawasan produktif ini lantaran skala banjir yang cukup masif.

“Di sini tidak ada bendungan, kemudian petani rata-rata punya sawah yang sangat luas”ujarnya.

Ia berharap Pemkab Bone melakukan pengerukan di kawasan tersebut, khsusunya di aliran sungai di wilayah Pallime, Kecamatan Cenrana sampai ke wilayah Kabupaten Wajo.

"Kalau ada ini kita yakin bisa teratasi,” jelasnya.

Ia melaporkan kondisi banjir masih cukup menggenangi kawasan persawahan, namun demikian kondisi terakhir telah surut sekitar 50 cm. 

"Awalnya itu sampai paha air yang genangi sawah milik penduduk, tapi sekarang turunmi sampai 50cm" ujarnya. 

Sementara Pj Bupati Bone,  Andi Islamuddin mengakui kondisi tersebut memang sering terjadi khususnya di wilayah Utara Bone.

“Jadi memang ada beberapa wilayah yang langganan banjir, seperti lima kecamatan di wilayah Utara Bone ini merupakan wilayah langganan banjir”ujarnya

Salah satu penyebab rawannya kawasan-kawasan ini adalah perlunya pengerukan dan pelebaran aliran sungai Walennae sebagai upaya mitigasi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved