Banjir Bone
Terparah Sejak 2018, Banjir Bone Disebabkan Pendangkalan Drainase dan Pasang Air Laut
Basarnas imbau warga yang tinggal di daerah pesisir dan bantaran sungai segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, disebut menjadi salah satu yang terparah sejak tahun 2018 silam.
Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tingginya curah hujan yang terjadi sejak Kamis (7/5/2026) malam hingga Jumat pagi diperparah dengan kondisi air laut pasang dan pendangkalan drainase di wilayah kota.
“Terakhir banjir yang terparah di Kabupaten Bone kalau tidak salah di 2018. Debit air kali ini hampir sama dengan tahun 2018,” kata Andi Sultan, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, hujan deras mulai mengguyur wilayah Bone sejak pukul 21.00 Wita hingga sekitar pukul 07.00 Wita.
Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat cepat dan merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur.
“Yang membuat banjir kali ini cukup parah di wilayah pesisir karena hujan deras terjadi bersamaan dengan air laut pasang,” ujarnya.
Baca juga: Breaking News: Innalillah, Bocah 6 Tahun dan Lansia 100 Tahun Meninggal Akibat Banjir di Bone
Ia menjelaskan tinggi genangan air di sejumlah titik bervariasi, mulai dari 0,5 meter hingga mencapai 2 meter di kawasan pesisir.
“Terutama di daerah pesisir, ketinggian air mencapai sekitar dua meter,” jelasnya.
Selain faktor cuaca dan pasang laut, Andi Sultan menyebut pendangkalan drainase di kawasan perkotaan turut memperparah kondisi banjir.
“Penyebab lainnya memang karena adanya pendangkalan drainase yang terjadi di wilayah kota,” katanya.
Dalam penanganan banjir tersebut, Basarnas bersama BPBD, Satpol PP, Damkar, TNI-Polri, dan potensi SAR lainnya diterjunkan untuk membantu proses evakuasi warga terdampak.
Fokus utama evakuasi dilakukan terhadap warga rentan seperti lansia dan anak-anak.
“Yang terdata dievakuasi langsung oleh tim gabungan ada sekitar 69 orang. Sebagian warga lainnya melakukan evakuasi mandiri dibantu masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Banjir yang melanda sejumlah titik di Bone juga menelan dua korban jiwa.
Korban pertama bernama Naima, lansia berusia sekitar 100 tahun yang tinggal di Lingkungan Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
| Bupati Bone Salurkan Santunan Rp5 Juta untuk Keluarga Bocah Korban Banjir |
|
|---|
| Dandim Bone Perintahkan Jajaran Siaga, Babinsa Sisir Wilayah Rawan Banjir dan Longsor |
|
|---|
| Breaking News: Innalillah, Bocah 6 Tahun dan Lansia 100 Tahun Meninggal Akibat Banjir di Bone |
|
|---|
| 7 Kecamatan di Bone Terendam, Warga Harap Solusi Banjir Tahunan |
|
|---|
| 3 Kecamatan di Bone Sulsel Dikepung Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260508-Kasi-Ops-Basarnas-Makassar-Andi-Sultan.jpg)