Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Bone

Dapur Umum dan Tenaga Medis Siaga Dampingi Korban Banjir Bone

Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie, mengatakan pendirian dapur umum itu merupakan instruksi langsung dari Bupati Bone.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Wahdaniar
BANJIR BONE - Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie (baju putih) saat mendampingi Bupati Bone, Andi Asman meninjau lokasi banjir di Panyula, Jumat (8/5/2026). Dapur umum dan tenaga medis disiagakan untuk warga terdampak banjir di Bone.  

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Pemerintah Kabupaten Bone menyiapkan dapur umum dan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Tanete Riattang dan Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (8/5/2026).

Dapur umum tersebut didirikan di samping Kantor Lurah Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir paling parah di Kota Watampone.

Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie, mengatakan pendirian dapur umum itu merupakan instruksi langsung dari Bupati Bone H Andi Asman Sulaiman saat meninjau lokasi banjir.

“Tadi sewaktu Bupati Bone meninjau lokasi, beliau memerintahkan untuk membangun satu unit dapur umum di sana. Dipilih di samping Kantor Lurah Panyula karena daerah itu yang paling parah terdampak banjir,” ujarnya.

Menurutnya, dapur umum tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak yang saat ini masih terus didata oleh pemerintah setempat.

“Untuk jumlah warga terdampak masih sementara dilakukan pendataan,” katanya.

Baca juga: Terparah Sejak 2018, Banjir Bone Disebabkan Pendangkalan Drainase dan Pasang Air Laut

BANJIR: Potret tim sar gabungan saat mengevakuasi warga yang terdampak banjir, Jumat (8/5/2026). BPBD Bone catat 7 titik terdampak banjir, warga pesisir diminta waspada.
BANJIR: Potret tim sar gabungan saat mengevakuasi warga yang terdampak banjir, Jumat (8/5/2026). BPBD Bone catat 7 titik terdampak banjir, warga pesisir diminta waspada. (Tribun-timur.com/Wahdaniar)

Ia menjelaskan sebagian besar warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat dan keluarga yang berada di lokasi lebih aman.

“Hampir seluruh warga yang terdampak memilih mengungsi di rumah keluarganya,” jelasnya.

Selain mendirikan dapur umum, Pemkab Bone juga menyiapkan layanan kesehatan dan tenaga medis yang bersiaga selama 24 jam di lokasi terdampak banjir.

Andi Habibie mengatakan tenaga kesehatan dibagi dalam tiga shift pelayanan guna memastikan warga tetap mendapatkan pemeriksaan medis.

“Kami juga menyiapkan tenaga medis yang standby 24 jam dan dibagi dalam tiga shift. Selain itu, ambulans juga disiagakan di lokasi,” ungkapnya.

Ia menyebut hingga saat ini belum ada warga yang mengeluhkan sakit akibat dampak banjir karena tim medis langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap warga terdampak.

“Belum ada warga yang mengeluh sakit karena semua warga terdampak langsung kami lakukan pemeriksaan awal,” ujarnya.

Baca juga: BPBD Bone Catat 7 Titik Terdampak Banjir, Warga Pesisir Diminta Waspada

Kebutuhan dasar warga seperti pasokan air bersih dan listrik disebut masih dalam kondisi aman.

“Untuk pasokan air bersih dan listrik sejauh ini masih aman,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved