Surutnya Inovasi dan Peran Pemerintah Dalam Menanggulangi Sampah di Makassar
Di Indonesia masalah sampah bukan lagi masalah yang baru, volume sampah yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan
Kurangnya koordinasi dan kerjasama antar pemangku kepentingan, seperti pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, menjadi hambatan dalam mengatasi permasalahan sampah.
Masing-masing pihak memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, namun kurangnya sinergi antar mereka menghambat efektivitas pengelolaan sampah.
Pengelolaan sampah di Makassar masih terpaku pada pendekatan tradisional seperti pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan di TPA. Pendekatan ini terbukti tidak efektif dalam jangka panjang dan tidak ramah lingkungan. Pengembangan teknologi pengolahan sampah yang inovatif dan ramah lingkungan masih minim dilakukan.
Hal ini menyebabkan ketergantungan pada teknologi lama yang kurang efisien dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Bahkan riset dan kajian mendalam tentang permasalahan sampah di Makassar masih belum memadai dan kurang menjadi perhatian khusus dalam mendapatkan informasi dan data yang akurat untuk merumuskan kebijakan dan strategi yang tepat.
Masyarakat juga perlu dikritik atas kurangnya kesadaran dan partisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan tidak memilah sampah masih marak terjadi, menunjukkan rendahnya pemahaman masyarakat tentang dampak buruk sampah terhadap lingkungan dan kesehatan.
Kurangnya edukasi dan sosialisasi dari pemerintah dan organisasi masyarakat sipil juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya kesadaran masyarakat. Masyarakat perlu didorong untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan terlibat aktif dalam kegiatan daur ulang dan menjaga kebersihan lingkungan.
Peraturan dan kebijakan yang mengatur tentang pengelolaan sampah di Kota Makassar masih belum kuat dan komprehensif. Sanksi yang diberikan terhadap pelanggaran aturan sampah masih belum cukup tegas, sehingga tidak memberikan efek jera bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Pemerintah perlu memperkuat regulasi dan kebijakan terkait pengelolaan sampah, dengan memberikan sanksi yang lebih tegas dan mengembangkan sistem insentif untuk mendorong masyarakat agar lebih taat terhadap aturan.
Permasalahan sampah di Kota Makassar adalah sebuah krisis yang kompleks dan membutuhkan solusi yang komprehensif. Upaya untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah, meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat, mengembangkan teknologi pengolahan sampah, meningkatkan sinergi antar pemangku kepentingan, dan memperkuat regulasi dan kebijakan adalah kunci utama untuk mewujudkan Kota Makassar yang bersih, sehat, dan asri.
Masyarakat juga harus mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan terlibat dalam kegiatan daur ulang. Hanya dengan kerjasama dan komitmen bersama dari semua pihak, permasalahan sampah di Kota Makassar dapat diatasi dan kota ini dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.
Makassar Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis |
![]() |
---|
SAKSI KATA: Pengakuan Dosen UNM Dr QDB Soal Dugaan Pelecehan 'Sakit Hati Saya Sudah Terakumulasi' |
![]() |
---|
Daftar Lengkap Kelas Modifikasi di Honda Modif Contest 2025 Makassar |
![]() |
---|
Jaringan Mitra Halal yang Berkelanjutan |
![]() |
---|
Nama Muh Ilham Disebut dalam Pledoi Annar, Bantah Terlibat Permintaan Uang Rp5 Milliar ke Terdakwa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.