Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Spiritualitas Sastra

Keheningan menjadi situasi dan kondisi tertentu yang dibutuhkan untuk berbagai hal.

Editor: Sudirman
Ist
Muhammad Suryadi R, Founder Lingkar Studi Aktivis Filsafat (LSAF) An-Nahdliyyah 

Oleh: Muhammad Suryadi R

Founder Lingkar Studi Aktivis Filsafat (LSAF) An-Nahdliyyah

Spiritualitas sastra adalah jenis spiritualitas lain, yakni perasaan kebatinan yang terhubung dengan nilai universalitas; kebenaran, keadilan, dan kebijaksanaan, yang timbul dari pergumulan intens terhadap teks.

Spiritualitas sastra menggabungkan pengetahuan intelektual yang diperoleh dari teks dan pengalaman intuisi yang meyakini keluhuran budi dan kehalusan pekerti sebagai prinsip keutamaan dan kesemestian.

Layaknya spiritualitas agama, spiritualitas sastra memiliki tahapannya sendiri, yakni pergumulan pada kata, tulisan, dan bahasa sebagai proses ritualnya dan keheningan yang mengiringi sebagai sakralitasnya.

Keheningan menjadi situasi dan kondisi tertentu yang dibutuhkan untuk berbagai hal.

Seorang sufi misalnya, ketenangan bahkan kesunyian diperlukan. Ia rela mengasingkan diri (berkhalwat), menepi dan bermeditasi dalam gua demi mensucikan jiwa dari belenggu keduniawian.

Demikian juga bagi sastrawan. Keheningan adalah waktu berkonsentrasi, sementara menulis seringkali membutuhkan fokus dan ketenangan, kadang ekstra.

Berlama-lama dalam keheningan tak jadi soal, sebab kondisi demikian memang penting dalam melahirkan anak-anak rohaniahnya yaitu karya sastra.

Y.B. Mangunwijaya mengemukakan bahwa sastra yang baik selalu religius.

Sastra disebut religius tidak selalu soal akidah atau pengalaman keagamaan seseorang, tetapi bisa berupa cerminan kehidupan spiritual pengarangnya.

Tak sedikit karya sastra lahir dari kegelisahan yang menggugah iman spiritual penulis, sehingga banyak karya sastra memuat dialog soal spiritualitas kehidupan.

Maka itu, spiritualitas jenis ini tak hanya menjadikan sastra sebagai idealisme, tetapi nilai rohaniah dalam laku hidup yang senantiasa memperagakan kebenaran, keadilan, dan kebijaksanaan baik secara individual maupun dalam konteks sosial.

Dengan kata lain, spiritualitas sastra adalah proses meditasi pembersihan jiwa dalam keseharian dengan metode kesusasteraan.

Relasi Kosmologi

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved