Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Menyingkap Makna di Balik Angka

Seringkali angka dijadikan sebagai media komunikasi non verbal untuk menerangkan realitas yang ada (terjadi) di alam.

Tayang:
Editor: Sudirman
Ist
Isal Sulkarnain, Mahasiswa Statistika FMIPA Unhas 

Oleh Isal Sulkarnain

Mahasiswa Statistika FMIPA Unhas

Angka merupakan simbol (bilangan) yang sangat erat dengan kehidupan manusia.

Seringkali angka dijadikan sebagai media komunikasi non verbal untuk menerangkan realitas yang ada (terjadi) di alam.

Angka sebagai simbol mengalami perkembangan pesat sejalan dengan berkembangan ilmu matematika, hingga berkembang lebih lanjut dalam ilmu statistika.

Pada abad sebelum Masehi, bangsa-bangsa di Mesopotamia (Babilonia), Mesir, Roma dan Cina telah menggunakan pengetahuan statistik untuk memperoleh informasi tentang besaran pajak yang mesti dibayar oleh setiap penduduk.

Banyaknya hasil pertanian yang dapat diproduksi oleh petani, hingga digunakan untuk rekrutmen tantara dan lain sebagainya.

Statistik atau statistika pertama kali dikenalkan oleh Aristoteles dalam karyanya politeia.

Dalam karya tersebut, Aristoteles menerangkan tentang seratus lima puluh delapan negara yang dia sebut dengan istilah statistika.

Istilah statistika sendiri berasal dari akar istilah latin statisticum collegium (dewan negara) dan bahasa Italia statista (negarawan atau politikus).

Istilah ini digunakan dalam dunia akademik oleh Gottfried Achenwall (1719-1772), seorang guru besar dari Universitas Marlborough dan Gottingen.

Gottfried menggunakan istilah statistik dalam kegiatan analisis kenegaraan sehingga dikenal pertama kali sebagai ilmu tentang negara (state).

Perkembangan statistika (sebagai ilmu) tak bisa lepas dari peran para tokoh pemikir, diantaranya Carl Friedrich Gauss, Anders Hald, Blaise Pascal, Karl Pearson, Sir Ronald Fisher, Thomas Bayes, Adolph Quetelet, Simeon Denis Poisson, dan tokoh-tokoh yang lain.

Ilmu statistika selanjutnya banyak digunakan dalam berbagai disiplin, semisal dalam ilmu astronomi, biologi, kimia, aktuaria, psikologi, ekonomi, hingga di ilmu-ilmu sosial.

Dalam konteks pemilihan umum (pemilu), statistika biasanya digunakan dalam prosedur jajak pendapat atau polling (sebelum pemilu) untuk mengetahui tingkat elektabilitas pasangan calon (paslon) dan jajak cepat atau quick count (pasca pemilu).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved