Miskin Ekstrem
Cara Pemprov Sulsel Tekan Miskin Ekstrem di Makassar, Palopo, Parepare
Indikator miskin ekstrem memuat variabel pendapatan per keluarga. Pendapatan di bawah Rp20 ribu per hari masuk ke kategori miskin ekstrem.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Miskin ekstrem di Kota Makassar, Palopo, dan Parepare jadi perhatian serius.
Plt Kadinsos Sulsel Abdul Malik Faisal menyebut angka miskin ekstrem di Sulsel kisaran lima sampai enam persen.
Jumlah tersebut harus segera ditekan sampai akhir 2024.
“Inpres nomor 4 itu Desember 2024, 0 persen miskin ekstrem,” jelasnya belum lama ini.
Abdul Malik Faisal menjelaskan ada perbedaan klasifikasi antara fakir miskin dan miskin ekstrem.
Baca juga: 4 Bulan LPPM Kalla Institute Bina Kelompok Miskin Tunanetra dan Muallaf untuk Berbisnis
Indikator miskin ekstrem memuat variabel pendapatan per keluarga. Pendapatan di bawah Rp20 ribu per hari masuk ke kategori miskin ekstrem.
“Fakir miskin dan miskin ektrem berbeda. Fakir miskin ada sekitar 5 indikator,” jelas Abdul Malik.
Baca juga: Disnakeswan Bakal Bagi-bagi 30 Ekor Ayam Kampung untuk 1.500 Keluarga Miskin
“Kalau miskin ekstrem itu lebih, ada pendapatan. Jadi di bawah 2 dolar per hari dikali sebulan, kalau dikonversi ke rupiah sekira 20 ribu perhari itu miskin ekstrem,” Malik Faisal menambahkan.
Sebaran warga miskin ekstrem menurutnya banyak di daerah perkotaan.
Khususnya di Makassar, Palopo dan Parepare.
Penyebabnya masih berkaitan dengan imbas pandemi Covid-19.
Banyak masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan.
Disisi lain, kebutuhan hidup begitu tinggi.
“Miskin ekstrem lebih merata, banyak di kota seperti Palopo, Parepare dan Makassar. Karena banyak orang hilang pekerjaan, biaya hidup tinggi,” katanya.
“Tapi kalau di daerah sedikit. Miskin Ekstrem banyak berdampak pada saat covid kemarin,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-rumah-tangga-miskin-di-Kabupaten-Sinjai-vv.jpg)