Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diskusi Pemilu 2024

Demokrasi Indonesia Berjalan Mundur, Saatnya Melawan!

Bukti nyatanya dengan mengubah konstitusi demi meloloskan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2024.

Ist
Peneliti ACC Sulawesi Ali Asrawi dalam Focus Group Discussion (FGD) Aliansi Demokrasi untuk Pemilu Adil dan Bermartabat (ADAB) Sulawesi Selatan di Kantor Tribun Timur, Sabtu (10/2/2024). 

Ia masih meyakini Indonesia Emas 2045 bisa terwujud asal demokrasi di Indonesia berjalan sesuai dengan amanat.

“Saya harapkan bahwa pemilihan umum ini bisa berjalan damai, hoax dan money politik. Kita semua ini benih-benih yang akan membawa suara perdamaian,” Pendeta Andrie menambahkan.

kecurangan pemilu

Sementara itu, Guru besar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar Prof Nur Hidayah menilai kecurangan pemilu hanya bisa dilawan oleh rakyat.

Kecurangan pemilu dari awal sudah dirasakan.

Bagaimana keterlibatan negara membuat kecurangan, bahkan kegaduhan luar biasa di Indonesia.

Mulai dari proses pelanggaran-pelanggaran dan keberpihakan berbagai petinggi-petinggi negara terhadap salah satu calon.

“Tetapi satu hal bahwa pertemuan hari ini bagaimana kehadiran masyarakat dan rakyat Indonesia itu kemudian hadir dalam rangka untuk melawan,” katanya.

Saat ini, akademisi sudah turun gunung membuat berbagai petisi.

Namun, kata Prof Yaya, sejauh mana hal tu dapat didengarkan oleh masyarakat untuk dapat berperan aktif.

“Masyarakat yang tidak teredukasi dengan baik terhadap media yang saat ini mendominasi itu juga akan menjadi ancaman 14 Februari,” ujarnya.

“Kita tidak tahu politik ini akan terus menerus mengalami perubahan,” Prof Yaya menambahkan.

Ada satu hal yang mungkin tidak dibayangkan sebelumnya.

Seperti apa peta pemilu 2024 saat ini.

Apakah didesain dengan baik atau kecurangan memang diatur dari awal.

Sehingga kalau mau melawan, satu-satunya yang bisa melawan hanya rakyat.

“Rakyat hanya bisa melawan kalau kita semua mengambil peran,” jelasnya.

Hadir dalam diskusi itu, Pengamat Politik UINAM Prof Firdaus Muhammad, Akademisi UINAM Prof Nur Hidayah.

Direktur Lapar Sulsel M Iqbal Arsyad, Pembina Gusdurian Makassar Andrie Massie, Oase Intim Christina J Hutubessy, serta beberapa mahasiswa.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved