Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diskusi Pemilu 2024

Demokrasi Indonesia Berjalan Mundur, Saatnya Melawan!

Bukti nyatanya dengan mengubah konstitusi demi meloloskan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2024.

Ist
Peneliti ACC Sulawesi Ali Asrawi dalam Focus Group Discussion (FGD) Aliansi Demokrasi untuk Pemilu Adil dan Bermartabat (ADAB) Sulawesi Selatan di Kantor Tribun Timur, Sabtu (10/2/2024). 

Perlawanan terhadap kecurangan harus dimulai dari skala terkecil dengan memantau penyaluran bansos.

“Perlawanan kecurangan kita tidak harus diskusi dalam skala besar, karena presiden juga tidak mendengar suara kecil. Strategi kita ke struktur paling bawah dan memantau bansos itu,” katanya.

Hal senada dikatakan Pembina Gusdurian Makassar Andrie Massie. Ia menilai demokrasi Indonesia sudah salah langkah.

Indonesia dalam kondisi crowded sehingga banyak langkah-langkah dilakukan oleh para akademisi dan lainnya.

“Saya hampir tidak bisa menyampaikan sesuatu dalam kondisi crowded sekarang,” katanya.

Adapun kata Ketua PGIW Sulselbara ini, jika sudah salah melangkah pemerintah harus mundur.

Hal itu agar tidak salah langkah lagi dan masuk ke dalam langkah yang benar.

“Persoalan sekarang saya melihat kita sudah salah melangkah dan tidak mungkin kita mundur apalagi tinggal tiga hari pemilu ini,” ujarnya.

Dia mengingatkan kepada umat kristiani bahwa terdapat satu istilah sering didengar oleh masyarakat bahwa suara rakyat adalah suara tuhan.

Olehnya, mendengarkan suara rakyat adalah mendengarkan suara tuhan.

“Satu-satunya jalan supaya kita memakai suara tuhan dan kita harus bertanggungjawab dengan suara kita,” katanya.

Saat ini, kata Pendeta Andrie, dia melihat adanya pemaksaan agar pemilu terjadi satu putaran.

“Saya selalu yakin Tuhan itu tetap mengatur bangsa-bangsa dan negara, dan saya yakin bahwa peran tuhan itu tetap,” jelasnya.

Menurutnya, gerakan mereka saat ini adalah sesuatu untuk demokrasi ke depan.

Meskipun tak tau hasil ke depan, mereka berharap bahwa tuhan masih memegang kendali terhadap perjalanan bangsa Indonesia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved