Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Faisal, Raja Saudi yang Menolak Tersenyum Sebelum Palestina Merdeka

Sebelum dinobatkan menjadi raja pada 2 November 1964, ia diserahi jabatan strategis: Gubernur Hijaz, Menteri Luar Negeri dan Perdana Menteri.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sudirman
Ist
Ismail Amin, MA, Mahasiswa S3 Universitas Internasional Almustafa Iran 

Ismail Amin, MA

Mahasiswa S3 Universitas Internasional Almustafa Iran

Presiden IPI Iran 2019-2021/Pengamat Isu-isu Timur Tengah

Faisal bin Abdul Aziz Alu Saud, seorang politisi ningrat Arab Saudi yang kepiawaiannya dalam berpolitik membuatnya menjadi tokoh Arab paling disegani Barat yang sulit dicari penggantinya sampai saat ini.

Sebelum dinobatkan menjadi raja pada 2 November 1964, ia diserahi jabatan strategis: Gubernur Hijaz, Menteri Luar Negeri dan Perdana Menteri.

Masa mudanya dia habiskan di kedinasan militer, dan terlibat langsung dalam sejumlah pertempuran.

Semua pengalaman itu membentuk kepribadiannya yang berani dan tegas serta cerdas dalam berdiplomasi. Salah satu yang membedakannya dengan raja Saudi yang lain, dia terang-terangan anti Zionis.

Penentangannya pada Zionisme dimulai sejak dia masih pangeran.

Dia menentang ayahnya sendiri Raja Abdul Aziz yang menjalin kedekatan dengan Amerika Serikat (AS).

Dia mendesak ayahnya untuk memutus hubungan dengan AS. Alasannya, karena AS mendukung berdirinya Israel saat itu.

Namun sang ayah menolak. Hubungan bisnis dengan AS saat itu, sangat menguntungkan Arab Saudi.

Setelah sang ayah mangkat, kekuasaan di tangan kakaknya, Raja Saud.

Geram dengan Raja Saud yang tidak kompeten dan menjerumuskan kerajaan pada hutang yang menumpuk, Faisal menggulingkan kakaknya.

Begitu Raja Faisal naik takhta, dia langsung tancap gas dengan membuat kebijakan-kebijakan luar negeri yang pro Palestina.

Dia menyerukan agresi militer melawan Israel untuk pembebasan Palestina. Seruannya dijawab Mesir dan Suriah. Ketiganya membentuk koalisi militer menyerang Israel.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved